Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018
Sebagai seorang hamba, tidak ada yang bisa kita lakukan selain berusaha, berdoa dan bersyukur. Tidak berhak rasanya memaksa Allah atas kehendakNya.

Sebuah Prinsip Sederhana

Sejak dulu, saya punya beberapa prinsip sederhana yang masih saya pegang hingga saat ini. Diantaranya adalah; saya tidak ingin memiliki pasangan seorang perokok. Mungkin bukan hanya prinsip saya, tapi juga prinsip banyak orang. Prinsip sederhana yang sulit untuk didapatkan. Apalagi, kalau seorang yang kita terlanjur cintai ternyata seorang pecandu rokok. Pasti dilema. Kata kebanyakan orang, cinta itu buta. Mampu menerima walaupun tidak suka. Menerima namun memaksakan. Saya pernah demikian. Rasanya tidak nyaman. Semakin dewasa, saya semakin belajar. Bahwa prinsip yang kita pegang pasti punya tujuan baik untuk kita. Begitu pun prinsip saya untuk tidak memiliki pasangan seorang perokok. Saya memikirkan terlalu banyak masa depan. Tentang kesehatan saya, kesehatan anak-anak saya kelak, kesehatan pasangan saya, juga kesehatan rumah tangga yang akan saya jalani. Saya tidak mau terus-menerus berdebat perihal rokok nantinya. Dari pada harus terus-menerus berdebat dan membuat hubungan ruma...

Tak bisa memaksakan

Di luar sana, banyak sekali orang-orang yang bisa membencimu tanpa sebab juga membencimu sebab temannya juga membencimu. Lalu harus bagaimana? Kita tidak bisa mengubah hati seseorang kawan. tak bisa memaksanya menerima segala kondisimu, sifatmu, sikapmu, latar belakangmu, pun alasan-alasanmu nampak demikian. Tapi, kita punya pilihan. Yaitu untuk tidak membenci siapa pun. Pilihan untuk menjadi baik, pilihan untuk tidak memperdulikan, pilihan untuk meminta segala perubahan suasana hati.. kepada Allah, yang Maha Mengetahui. Hanya Allah yang mampu membolak-balikkan hati seseorang. Termasuk hati kita. Maka, teguhlah pada jalan-Nya. “Biarkan orang lain asik menghakimimu di balik punggungmu dan biarkan hatimu tetap luas memaafkan di balik punggung mereka.”