Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018
Kita selalu punya pilihan untuk tiap hal yang akan kita lakukan. Kita selalu bisa memilih untuk menyelesaikan atau mengabaikan tiap masalah yang mengetuk hari kita dan membuatnya bagai mimpi buruk. Di sini aku belajar untuk berlari walau kaki terasa sangat lelah, walau tubuh terasa ingin runtuh. Tidak ada waktu untuk bermain. semua yang dilakukan adalah pekerjaan dan pelajaran yang harus diselesaikan sesegera mungkin, sebelum masalah yang lebih besar datang membombardir segala rencana yang telah disusun apik dan sistematis. Berada di zona nyaman adalah sebuah masalah besar. Sebab, kenyamanan akan membuat masalah yang datang langsung benar-benar menjadi siap meledak. Karena tidak ada persiapan untuk menghadapinya jika sewaktu-waktu tiba. Kemarin, hari ini dan esok pun aku akan belajar bahwa hidup tidak bisa tenang-tenang saja. Markas besar Pluto, 17 Desember 2018.

Memegang yang biasa dilihat.

Gak pernah ngebayangin akan jadi bagian dari suatu hal yang gue suka. Eh ternyata pas udah masuk ke dalam bagiannya, gue bisa liat betapa hecticnya di dalam. Betapa banyaknya emosi yang kebuang di sini, berapa banyak sabar yang harus dipanjang-panjangin untuk ngebuat sesuatu yang gue suka itu tetap eksis. Dulu gue cuma bisa penasaran sama "apa yang ada di dalam?" tapi sekarang gue jadi penasaran "gimana cara keluar dari sini?" Hahaha

Berbesar Hati

Di luar sana, banyak sekali orang-orang yang bisa membencimu tanpa sebab juga membencimu sebab temannya juga membencimu. Lalu harus bagaimana? Kita tidak bisa mengubah hati seseorang kawan. tak bisa memaksanya menerima segala kondisimu, sifatmu, sikapmu, latar belakangmu, pun alasan-alasanmu nampak demikian. Tapi, kita punya pilihan. Yaitu untuk tidak membenci siapa pun. Pilihan untuk menjadi baik, pilihan untuk tidak memperdulikan, pilihan untuk meminta segala perubahan suasana hati.. kepada Allah, yang Maha Mengetahui. Hanya Allah yang mampu membolak-balikkan hati seseorang. Termasuk hati kita. Maka, teguhlah pada jalan-Nya. “Biarkan orang lain asik menghakimimu di balik punggungmu dan biarkan hatimu tetap luas memaafkan di balik punggung mereka.”

Berbuat Baik

Prinsipku, Berbuat baiklah kepada siapa pun. Aku masih membolehkan diriku marah, tapi batasnya hanya dalam hitungan jam saja dan dalam keheningan. Lebih dari itu, berbuat baik lagi. Percaya bahwa setiap orang punya sisi baiknya masing-masing. Percaya bahwa suatu saat kita pasti membutuhkan mereka. Ntah sebagai teman, atau malah sebagai penyelamat di akhirat. Untuk kamu yang saat ini merasa sedang menyimpan amarah, dendam dan kecewa.. lepaskan lah. Ambil segala hal yan membuatmu kecewa itu sebagai pelajaran. Hati yang kotor, tidak akan membuahkan apa-apa selain keburukan. Seperti api yang menelan kayu bakar menjadikannya arang. Rapuh. Terkhusus Untuk aku yang belajar bangkit dari kesalahan –Randa tapak.

JAG

Mau cerita aaahh.. hahaha Gak pernah ngebayangin sih akan bergabung dalam JAG. Cuma tau dan suka sama Jco dan Breadtalk dan lumayan sering makan di Roppan kalau hokben penuh (hahaha) eh tiba-tiba sekarang jadi orang di balik layarnya 3 tempat makan itu. Jadi orang yg bisa ditahan pulang malem kalo tuh plastik, sedotan, styrofoam, lakban dan barang packaging lainnya abis di gudang. Stres? Iya. Pasti. Pernah nangis? Pasti pernah. Lebih dari 2x. Haha Sampe kantor jam 8, padahal masuk jam 9. Pulang jam 8 padahal harusnya jam 5 aja itu gak cukup buat kelarin kerjaan yang masya Allah banyaknya. Dikejar-kejar PPIC, gudang, QA, dan produksi. Diwaktu bersamaan harus uber-uberan sama supplier yg PHP. Itu bener-bener stres sih. Kalo... dijalani sendirian. Tapi untungnya, Se-stres apa pun kerjaan, masih ada alasan untuk tertawa. Temen-temen satu penderitaan ini baik-baik. Ada aja ledekan, candaan, celetukan, dan bahan obrolan yg bikin suasana ruangan itu jadi hangat dan berasa banget k...

Roti yang dicabik

Pagi ini dimulai dengan kata "kaget". "Mbak Yuni.. mbak Yuni.. bangun, ini rotinya diacak-acak kucing.." Aku langsung kaget dan nyaut "iya biiik.." Langsung bangun dengan kondisi rambut acak-acakan menuju ruang tengah kosan. Dan, jengjeeeeng itu roti tawar s*ri roti berantakan di atas kulkas. Plastik roti dan plastik *lfa nya rusak disobek-sobek. Wkwk "rezeki dipagi hari nih" ucapku dalam hati. Kesel? Ya keseeel.. Sedih? Yaa lumayan.. Haha padahal itu roti udah aku siapin untuk sarapan pagi ini, juga sebagai ganti roti temen kosan yg kemarin aku makan buat sarapan. Bibik udah marah-marah, ngatain itu kucing dengan segala kata-kata gak baik hehehe Aku? Cuma ngegerutu aja, menyesalkan itu roti kenapa sampai bawah diacak-acaknya. Terus abis ngegerutu, ketawa. Ketawa yang dalam hati menyesali "kucing ini pasti lapar, dia mau makan, sampai segininya cari makanan." Dan aku balik ke kamar, setelah bibik ngebuang semua roti itu ke t...

Rindu Tanpa Undangan

Rindu tanpa undangan. Kurang lebih tiga tahun saya belajar di sana. Sebuah tempat di bawah Jembatan penyambung Tanah Gocap dan UNIS. Kampus tempat saya menuntut ilmu. Mungkin sebagian kalian sudah bosan mendengar aku selalu rindu dengan mereka. Tapi, rindu itu nyatanya memang datang tanpa undangan. Rindu itu datang, tapi tempat itu kini tak bisa lagi didatangi. Hanya beberapa foto sebagai memori. Tiap aku melewati jembatan itu, mataku selalu tertuju ke bawah. Tempat dulu kami bermain kini benar-benar rata dengan tanah tanpa menyisakan apa pun, selain kenangan. Tidak ada lagi pohon ambon kebanggaan, tidak ada lagi Mushola "On the sky" yang ramai akan suara mengaji dan bermain andik-andik, tidak ada lagi saung tua tempat kami berkumpul untuk makan bersama, tidak ada saung putri, saung seni, saung ma'e, tambak lele, kebun herbal, panggung seni, perpustakaan, gudang penyimpan makanan, kelas PAUD, juga ayunan serta perosotannya. Semua benar-benar mengilang. Padahal, ...

Tinggi Tanpa Merendahkan

Tiap orang pasti memiliki kelebihan, juga kekurangan. "Hidup itu harus saling menghargai, sopan, santun dan mengasihi." Petuah seorang mama kepadaku yang selalu aku ingat dan pegang kuat-kuat. Kita pasti akan ada di tempat di mana orang lain leluasa menjatuhkan agar dirinya kokoh sendirian. Leluasa merendahkan agar dirinya tinggi sendirian. "Cari muka" adalah tugas harian. Tapi, apakah kau juga mau seperti itu? Jangan. Hidup lah dengan baik. Tumbuh tinggi dan kokohlah karena memang kau berproses, kau belajar mendaki hingga sampai pada puncak dari tujuanmu selama ini. Dengan segala upaya yang menghasilkan keringat dan air mata tanpa menjatuhkan dan merendahkan orang lain tentunya. Kau tau segala salahnya, Tapi kau tak akan pernah benar-benar tau segala upayanya dalam belajar agar tidak menjadi salah dan disalahkan. Jika kau tidak bisa berbicara dengan baik, diam adalah sikap terbijak yang bisa kau lakukan. Hidup itu baik-baik saja. Hargai setiap pilihan or...
Saat kau menyesal, Ingat kembali apa yang pernah kau minta kepada Tuhan pada pagi, siang, sore dan malam. Saat kau mengeluh, Ingat kembali pernahkah kau meminta untuk dijadikan seorang hamba yang kuat? Mungkin, Segala penyebab sesal dan keluhmu, Adalah cara Tuhan mengabulkan segala pintamu.

Pipa besi dan tubuhnya.

Mataku sibuk memerhatikan sekitar. Ya, aku memang selalu begitu kalau sedang di jalan. Sampai mataku bertemu dengannya. Seorang bapak yang merebahkan tubuhnya di atas pipa besi di pinggir kali Cisadane. Ia gunakan lengan kanannya untuk menghalang sinar matahari yang sedang terik-teriknya. Pikirku, apa ia tidak memiliki rumah untuk rehat sejenak? Ah, tapi ku rasa ia memilikinya, namun segan bila pulang tak bawa apa-apa . Laki-laki, keringat adalah air matanya. Harga diri ditopang tinggi-tinggi. Sehat selalu pak.

"Anakku Istimewa"

Tidak satu orang tua di dunia ini yang menginginkan memiliki keturunan "istimewa". Namun, hanya mereka yang Allah anggap kuat yang mampu bersabar dan mengasihi anak-anaknya sehingga mereka menjadi benar-benar istimewa. Pelajaran pagi ini di dapat dari seorang ibu dan ayah yang mengantarkan putra putrinya bersekolah, di Sekolah Luar Biasa.

Belajar Disiplin

Belajar disiplin itu perlu. Sejak sedini mungkin. Bangun pagi untuk sekolah diantaranya. Memang sih, di dunia kerja telat datang boleh-boleh saja masuk. Tapi kan mengurangi performa kerja. Dan yang terpenting, disiplin itu tidak menyusahkan orang lain. Pelajaran pagi ini di dapat dari adik-adik SMA Nusa Putra yang terlambat dan harus ikut upacara di depan pagar sekolah.

Malaikat tak bersayap

Hampir tiga tahun lamanya saya mengalami masa-masa sulit. Setengah hidup saya runtuh dan berantakan. Masalah yang kian membuat saya ingin dekat kepada Allah dan selalu mencari tahu tentang arti sebuah kesabaran. Lima tahun lalu, Allah kirimkan saya malaikat tak bersayap. Darinya saya memulai bisnis yang dengan bisnis itu saya bisa raih cita-cita saya menjadi seorang sarjana pendidikan. Cita-cita yang tadinya saya anggap mustahil untuk saya wujudkan dengan pertimbangan perekonomian keluarga yang sangat sederhana. Malaikat itu orang asing, kami tak pernah mengenal sebelumnya. Tapi, luar biasa, dia selalu percaya saya. Dia adalah orang asing yang tak membiarkan saya berhenti kuliah di pertengahan jalan. Dia adalah orang asing yang pertama memberi bantuan saat saya hampir putus harapan. Dia adalah orang asing yang menyokong biaya pendidikan yang nominalnya gila-gilaan. Ya, bagi saya ia adalah malaikat tak bersayap yang Allah kirimkan untuk saya dan mungkin untuk beberapa orang lain...

Sesederhana Dirimu

Tidak banyak hal yang kuingat saat kali pertama aku bertemu denganmu. Bahkan, tegur sapamu aku pun lupa. Tidak banyak hal pula yang kuingat saat kali pertama kita duduk bersama. Bahkan, baju yang kau kenakan saat ini aku pun lupa. Tapi, siapa sangka bahwa semua kejadian-kejadian kecil itu kau rekam jelas pada kotak pikirmu. Kau ingat betul bagaimana hari itu, bahkan cara berjalanku, tatapan mata kebingunganku dan juga serak suaraku. Caramu hidup sederhana. Kita banyak sekali kesamaan. Ya, walau kau tidak menyukai pedas seperti aku. Tapi itu tidak penting, Yang terpenting adalah tujuan, cara meraihnya bahkan prinsip hidup yang sama. Kau imbangi aku. Lembut tutur katamu, Lembut sikapmu, Kuat pendirianmu, Besar kecintaanmu membuat aku tak bisa melihat ke arah lain barang sekejap. Kau hidupi dan sirami aku di dalam dirimu. Sementara itu, kau pun hidup di dalam diriku. Tetap menjadi sesederhana yang kukenal. Tetap menjadi lembut saat semuanya terasa begitu keras dan kasar. Seba...
Sebagai seorang hamba, tidak ada yang bisa kita lakukan selain berusaha, berdoa dan bersyukur. Tidak berhak rasanya memaksa Allah atas kehendakNya.

Sebuah Prinsip Sederhana

Sejak dulu, saya punya beberapa prinsip sederhana yang masih saya pegang hingga saat ini. Diantaranya adalah; saya tidak ingin memiliki pasangan seorang perokok. Mungkin bukan hanya prinsip saya, tapi juga prinsip banyak orang. Prinsip sederhana yang sulit untuk didapatkan. Apalagi, kalau seorang yang kita terlanjur cintai ternyata seorang pecandu rokok. Pasti dilema. Kata kebanyakan orang, cinta itu buta. Mampu menerima walaupun tidak suka. Menerima namun memaksakan. Saya pernah demikian. Rasanya tidak nyaman. Semakin dewasa, saya semakin belajar. Bahwa prinsip yang kita pegang pasti punya tujuan baik untuk kita. Begitu pun prinsip saya untuk tidak memiliki pasangan seorang perokok. Saya memikirkan terlalu banyak masa depan. Tentang kesehatan saya, kesehatan anak-anak saya kelak, kesehatan pasangan saya, juga kesehatan rumah tangga yang akan saya jalani. Saya tidak mau terus-menerus berdebat perihal rokok nantinya. Dari pada harus terus-menerus berdebat dan membuat hubungan ruma...

Tak bisa memaksakan

Di luar sana, banyak sekali orang-orang yang bisa membencimu tanpa sebab juga membencimu sebab temannya juga membencimu. Lalu harus bagaimana? Kita tidak bisa mengubah hati seseorang kawan. tak bisa memaksanya menerima segala kondisimu, sifatmu, sikapmu, latar belakangmu, pun alasan-alasanmu nampak demikian. Tapi, kita punya pilihan. Yaitu untuk tidak membenci siapa pun. Pilihan untuk menjadi baik, pilihan untuk tidak memperdulikan, pilihan untuk meminta segala perubahan suasana hati.. kepada Allah, yang Maha Mengetahui. Hanya Allah yang mampu membolak-balikkan hati seseorang. Termasuk hati kita. Maka, teguhlah pada jalan-Nya. “Biarkan orang lain asik menghakimimu di balik punggungmu dan biarkan hatimu tetap luas memaafkan di balik punggung mereka.”

Anak Zaman Now.

Ini sedikit sekali pandangan tentang anak-anak saat ini, atau bahasa hits nya adalah "Anak Zaman Now ". Ntah dari siapa bahasa itu berasal tapi saya menganggapnya itu adalah sebuah panggilan yang mengandung arti sindiran secara halus bagi mereka, anak-anak pada tahun ke 18 pada Milenium ke 3 atau pada abad 21 ini. Anak zaman now dianggap lelucon bagi banyak orang, khususnya orangtua yang tumbuh dan berkembang pada abad 21 awal-pertengahan. Jujur, ada sedikit rasa salut saya pada anak-anak saat ini, karena keaktifan mereka juga kemampuan mereka dalam penggunaan teknologi memang boleh diacungi jempol. Tapi di luar itu, saya masih belum menemukan nilai positif pada anak-anak saat ini atau zaman now . Akhlak yang kurang, hidup yang hedonis, pengetahuan agama yang minim, tata krama yang minus, motorik yang hanya berbatas gerak tari, kreatifitas menciptakan sesuatu yang dapat disentuh yang sangat minim, serta pandangan tentang contoh yang salah. Anak zaman now lebih banyak ...

Menjadi baik

Pada angin yang menyapu punggung tanganku, Pada sunyi malam yang acap kali melahirkan kantukku, Aku merindu.. Rindu yang terbata-bata aku luapkan pada Tuhan Rindu yang aku rasa semakin hari semakin dalam Rindu yang bahkan tak punya nama untuk dituliskan Lirih kusebut namamu dengan sebutan imam masa depanku Kuusap pelan-pelan dahimu dengan doaku Berharap kau rasa, bahwa di belahan bumi lain ada seseorang yang tengah berjuang memintamu pada Sang Maha pemangku Kubiarkan Allah menjadi tali penghubung antara doa-doa kita, yang siapa tahu sedang bersahutan di atas langit sana.. Tuan, nona lemah ini sedang belajar menjadi kuat untuk bisa membersamaimu.. Tuan, nona pemalas ini sedang belajar bangun lebih pagi untuk suatu saat nanti dapat membangunkanmu sholat fajar.. Tuan, nona yang kurang ilmu ini sedang belajar memasak menu-menu baru untuk membuatkan sarapan, bekal makan siang, makan malam dan camilan-camilan sehat untuk tubuhmu.. Juga, tak lupa nona ini berkawan dengan kawan y...

Buat blog lagi?

Judul postingan pertama saya adalah "buat blog lagi?" Hehe seperti yang sebagian banyak teman saya tahu, saya cukup aktif berselancar di dunia maya, khususnya dunia tulis menulis. Bukan tulisan pro sih yaa.. sekedar iseng mengisi waktu dan juga menuangkan pemikiran saja. Blog pertama saya, saya buat sekitar tahun 2011. Sudah cukup lama bukan? Tapi ia sudah tidak ada. Sudah saya hapus karena beberapa alasan. Eh alasannya karena saya ingin lebih fokus ke Tumblr sih lebih tepatnya. Tapi ternyata, Allah punya rencana lain. Sudah cukup lama saya menulis di Tumblr, menulis tulisan "niat" sampai ke tulisan asal-asalan. Mirisnya, suatu ketika saya dapati bahwa situs Tumblr diblokir sepihak. Tanpa pemberitahuan. Jadinya? Semua tulisan saya raib tak berbekas. Saya lupa menduplikasinya dalam bentuk dokumen offline. Sedih? Iya. Mungkin bukan hanya saya saja yang sedih, tapi bagi banyak penulis amatir seperti saya atau bahkan penulis profesional seperti Boy Chandra tau rasa...