Langsung ke konten utama

JAG

Mau cerita aaahh.. hahaha

Gak pernah ngebayangin sih akan bergabung dalam JAG. Cuma tau dan suka sama Jco dan Breadtalk dan lumayan sering makan di Roppan kalau hokben penuh (hahaha) eh tiba-tiba sekarang jadi orang di balik layarnya 3 tempat makan itu.
Jadi orang yg bisa ditahan pulang malem kalo tuh plastik, sedotan, styrofoam, lakban dan barang packaging lainnya abis di gudang.
Stres? Iya. Pasti.
Pernah nangis? Pasti pernah. Lebih dari 2x. Haha
Sampe kantor jam 8, padahal masuk jam 9.
Pulang jam 8 padahal harusnya jam 5 aja itu gak cukup buat kelarin kerjaan yang masya Allah banyaknya.
Dikejar-kejar PPIC, gudang, QA, dan produksi. Diwaktu bersamaan harus uber-uberan sama supplier yg PHP. Itu bener-bener stres sih.
Kalo... dijalani sendirian.

Tapi untungnya,
Se-stres apa pun kerjaan, masih ada alasan untuk tertawa.
Temen-temen satu penderitaan ini baik-baik.
Ada aja ledekan, candaan, celetukan, dan bahan obrolan yg bikin suasana ruangan itu jadi hangat dan berasa banget kekeluargaannya.

Saat 1 diomelin, yg lainnya mendengarkan. Nyimak pelajaran apa yg didapat saat tuh omelan berlangsung. 😂
Saat salah, emang diomelin.
Tapi diomelin ya saat itu aja, setelahnya juga keadaan cair lagi. Profesional. Itu pointnya.

Dan, ya..
Di sini itu kalau ada yg resign secara baik-baik, dia pasti diperlakukan baik.
Gak peduli dia udah lama atau baru sebentar.
Begitu pun saat ada yang milad.
Semua di sini sama, sama-sama dihargai, sama-sama diperlakukan hangat layaknya saudara sendiri.

Alhamdulillah..
Allah selalu kasih hal yang baik di antara hal-hal yang (terlihat) kurang baik. 💛

PT.Talkindo Selaksa Anugerah

Postingan populer dari blog ini

Dibedong

Setelah satu jam ngebiarin Hasna untuk ngoceh-ngoceh dan ketawa akhirnya harus dibedong juga biar tidur. Kalau ndak, dia bisa bertahan sampai subuh untuk melek. Ngoceh kelamaan,haus. Nanti nangis minta nen. WKWK Dasar bayik, siang-siang dia uring-uringan ngantuk, tengah malem dia jreng. Mamaknya yang ngantuk berat. Wkwkwk Love you bayik 💕

Tempat ternyaman

Tempat ternyaman anak adalah di pangkuan dan pelukan ibu dan ayahnya. Setelah 2 bulan lebih jadi ibu, aku banyak sekali belajar. Dan, perasaanku lebih sensitif kalau melihat atau mendengar berita masalah anak. Hasna mengajarkanku banyak-banyak sabar. Melatihku untuk mengelola stres dan rasa panik. Membiasakanku akan bau kotoran orang lain, juga muntah orang lain. Kata suamiku, begini ternyata rasanya cinta fitri. Cinta yang tumbuh karena fitrah. Cinta sebenar-benarnya cinta. Saat sedang stres karena kurang tidur dan Hasna sedang rewel, suamiku sering kali mengingatkan dengan kalimat "sayang, Hasna adalah rezeki yang kita tunggu-tunggu kan? Kamu seneng kan punya Hasna? Kita harus lebih sabar ya" Dan seketika, emosi ini meluruh lagi. Ingin menangis karena lelah, tapi tidak mau juga rezeki ini Allah tarik kembali. Aku tetap ingin ada Hasna di hidupku, di kehidupanku dan suamiku. Hasna adalah anak yang cantik sekali, seperti namanya, Hasna. Primadona. Dia juga cerdas ...

Anak Zaman Now.

Ini sedikit sekali pandangan tentang anak-anak saat ini, atau bahasa hits nya adalah "Anak Zaman Now ". Ntah dari siapa bahasa itu berasal tapi saya menganggapnya itu adalah sebuah panggilan yang mengandung arti sindiran secara halus bagi mereka, anak-anak pada tahun ke 18 pada Milenium ke 3 atau pada abad 21 ini. Anak zaman now dianggap lelucon bagi banyak orang, khususnya orangtua yang tumbuh dan berkembang pada abad 21 awal-pertengahan. Jujur, ada sedikit rasa salut saya pada anak-anak saat ini, karena keaktifan mereka juga kemampuan mereka dalam penggunaan teknologi memang boleh diacungi jempol. Tapi di luar itu, saya masih belum menemukan nilai positif pada anak-anak saat ini atau zaman now . Akhlak yang kurang, hidup yang hedonis, pengetahuan agama yang minim, tata krama yang minus, motorik yang hanya berbatas gerak tari, kreatifitas menciptakan sesuatu yang dapat disentuh yang sangat minim, serta pandangan tentang contoh yang salah. Anak zaman now lebih banyak ...