Langsung ke konten utama

Postingan

Tempat ternyaman

Tempat ternyaman anak adalah di pangkuan dan pelukan ibu dan ayahnya. Setelah 2 bulan lebih jadi ibu, aku banyak sekali belajar. Dan, perasaanku lebih sensitif kalau melihat atau mendengar berita masalah anak. Hasna mengajarkanku banyak-banyak sabar. Melatihku untuk mengelola stres dan rasa panik. Membiasakanku akan bau kotoran orang lain, juga muntah orang lain. Kata suamiku, begini ternyata rasanya cinta fitri. Cinta yang tumbuh karena fitrah. Cinta sebenar-benarnya cinta. Saat sedang stres karena kurang tidur dan Hasna sedang rewel, suamiku sering kali mengingatkan dengan kalimat "sayang, Hasna adalah rezeki yang kita tunggu-tunggu kan? Kamu seneng kan punya Hasna? Kita harus lebih sabar ya" Dan seketika, emosi ini meluruh lagi. Ingin menangis karena lelah, tapi tidak mau juga rezeki ini Allah tarik kembali. Aku tetap ingin ada Hasna di hidupku, di kehidupanku dan suamiku. Hasna adalah anak yang cantik sekali, seperti namanya, Hasna. Primadona. Dia juga cerdas ...
Postingan terbaru

Kabar menggantung

Hari ini aku dapat kabar yang menggantung. Dari nomor kakakku. Kakak? Ya secara garis darah dia masih tetap kakakku. Kakak yang sudah lama menghilang. Pergi dengan membawa banyak sakit di hati. Dulu, dulu sekali kami akrab. Banyak bercerita, banyak bermain. Dia salah satu tempatku bermanja. Sebelum tingkah buruknya merubah segalanya. Dia punya kekurangan, kekurangannya bermuka dua. Kekurangannya, diam-diam menyakitkan. Dia pernah berkata padaku, pantaslah aku ditinggalkan seseorang dan seorang itu berhak mendapatkan yang lebih baik dariku. Padahal, dia sama sekali tidak tau ceritanya. Padahal, dia kakak kandungku, tapi ucapannya menyakitiku. Memojokkanku. Sejak saat itu, aku tidak mau berurusan lagi dengannya. Sampai beberapa Minggu lalu dia datang, membawa kabar dia tengah sakit parah. Tubuhnya tinggal tulang berbalut kulit tipis. Setiap hari ia meminta maaf. Tapi belakangan ini, dia membuatku kesal karna aku dibawa-bawa ke dalam masalah yang cukup "meribetkan"ku. Aku tidak ...

Dibedong

Setelah satu jam ngebiarin Hasna untuk ngoceh-ngoceh dan ketawa akhirnya harus dibedong juga biar tidur. Kalau ndak, dia bisa bertahan sampai subuh untuk melek. Ngoceh kelamaan,haus. Nanti nangis minta nen. WKWK Dasar bayik, siang-siang dia uring-uringan ngantuk, tengah malem dia jreng. Mamaknya yang ngantuk berat. Wkwkwk Love you bayik 💕

Kegabutan.

Hari ini rasanya saya gabut banget. Pagi-pagi di kantor bingung mau ngapain. Karna kerjaan udah banyak saya selesaikan kemarin dan mas PPIC saya pun hari ini gak masuk. Artinya, saya gak dapat list barang minim yang saya harus follow up hari ini. Tapi tetep sih follow up pakai data kemarin, rekap kedatangan barang untuk besok dan minggu depan. Jam 11 pagi udah laper. saking gabutnya bingung mau ngapain. Eh, pas jam 12 malah lupa kalau laper, karna udah ada kerjaan. Wk. Diajak temen-temen makan dulu, yaudah makan deh. Secara saya juga lagi ngatur pola makan saya yang harus dibiasakan teratur. Biar lebih sehat gitu di tahun 2019 ini. Huehe~ Selalu aja ada bahan candaan saat makan bareng temen-temen saya yang receh. Apalagi mbak Fina. Ah, dia adalah komika favorit saya di kantor. Selalu aja ada cerita lucu dari dia. Hari ini tentang foto jadul dia yang diledekin mirip VA, artis yang lagi heboh dengan 80jtnya itu. Ckck. Bukan orang lain yang bilang dia mirip VA. tapi dia sendiri. Ti...
"Karenamu, aku sadar. Bahwa aku tidak ada apa-apanya." Astaghfirullah. Perbanyak lagi istikharah dan bermusyawarah sebelum melangkah.

Dalam Diam

Sangkamu, selama ini aku baik-baik saja. Melepasmu, membiarkanmu mencari apa yang ingin kau cari. Memperhatikanmu dari kejauhan, tanpa adanya sapaan. Kau salah. Aku nyatanya tak pernah benar-benar baik-baik saja. Ada rindu yang sedang coba aku bunuh. Ada ingin yang sedang aku kubur dalam-dalam. Sakit. Melihatmu dari kejauhan, hanya akan mendapati ngilu hati tak berkesudahan. Kau tau? Perbincangan basa-basi denganmu adalah kenyataan yang selalu aku semogakan. Ya, setidaknya dalam basa-basi itu, kita dapat saling melempar senyum dari kejauhan. Dalam diam, aku tak betul-betul diam. Aku berbuat banyak demi bisa dipertemukan denganmu. Memperbaiki diri, adalah banyak kegiatan yang selalu aku lakukan. Sebab, aku tak ingin datang kepadamu dalam keadaan lemah keimanan dan keilmuan. Diam lisanku, diam jemariku untuk menyapamu.. tak berarti diam pula hatiku yang terus mengaduh kepada Allah untuk memilikimu secara utuh. Dalam kesibukan aktivitas jihadku, tak pernah ku sibuk untuk mence...