Langsung ke konten utama

Dalam Diam

Sangkamu, selama ini aku baik-baik saja.
Melepasmu, membiarkanmu mencari apa yang ingin kau cari.
Memperhatikanmu dari kejauhan, tanpa adanya sapaan.
Kau salah. Aku nyatanya tak pernah benar-benar baik-baik saja.
Ada rindu yang sedang coba aku bunuh.
Ada ingin yang sedang aku kubur dalam-dalam. Sakit.
Melihatmu dari kejauhan, hanya akan mendapati ngilu hati tak berkesudahan.
Kau tau? Perbincangan basa-basi denganmu adalah kenyataan yang selalu aku semogakan. Ya, setidaknya dalam basa-basi itu, kita dapat saling melempar senyum dari kejauhan.

Dalam diam, aku tak betul-betul diam. Aku berbuat banyak demi bisa dipertemukan denganmu.
Memperbaiki diri, adalah banyak kegiatan yang selalu aku lakukan.
Sebab, aku tak ingin datang kepadamu dalam keadaan lemah keimanan dan keilmuan.

Diam lisanku, diam jemariku untuk menyapamu.. tak berarti diam pula hatiku yang terus mengaduh kepada Allah untuk memilikimu secara utuh.
Dalam kesibukan aktivitas jihadku, tak pernah ku sibuk untuk menceritakanmu kepada Allah barang sekejap.
Hanya Allah dan para malaikatNya yang tau, sudah berapa ribu bahkan jutaan kali namamu terucap dari bibir seorang aku.

Bukan aku tak ingin mendekatimu, lalu mengunci hatimu hanya untukku.,
Namun, aku tau.. Allah belum tentu ridha dengan jalan itu.
Maka aku adalah dingin yang membeku bagimu.
Lidahku kelu untuk sekedar bersapa denganmu,
Mataku nanar untuk melihatmu lamat-lamat.
Namun, hatiku tabuh untuk memintamu sungguh-sungguh.

Jangan kau sangka, aku benar-benar diam, saat pesanmu hanya ku baca.
Kau tak tau, ada hati yang mengembang di baliknya.
Juga ada ngilu yang tertekan karenanya.
Rindu, adalah hadiah yang kau beri tiap kali aku memikirkan namamu.

Maka, jangan kau sangka aku betul-betul diam di belakangmu.
Sebab, dalam langit doa hanya namamu yang menyublim bersama rinduku.

Postingan populer dari blog ini

Dibedong

Setelah satu jam ngebiarin Hasna untuk ngoceh-ngoceh dan ketawa akhirnya harus dibedong juga biar tidur. Kalau ndak, dia bisa bertahan sampai subuh untuk melek. Ngoceh kelamaan,haus. Nanti nangis minta nen. WKWK Dasar bayik, siang-siang dia uring-uringan ngantuk, tengah malem dia jreng. Mamaknya yang ngantuk berat. Wkwkwk Love you bayik 💕

Tempat ternyaman

Tempat ternyaman anak adalah di pangkuan dan pelukan ibu dan ayahnya. Setelah 2 bulan lebih jadi ibu, aku banyak sekali belajar. Dan, perasaanku lebih sensitif kalau melihat atau mendengar berita masalah anak. Hasna mengajarkanku banyak-banyak sabar. Melatihku untuk mengelola stres dan rasa panik. Membiasakanku akan bau kotoran orang lain, juga muntah orang lain. Kata suamiku, begini ternyata rasanya cinta fitri. Cinta yang tumbuh karena fitrah. Cinta sebenar-benarnya cinta. Saat sedang stres karena kurang tidur dan Hasna sedang rewel, suamiku sering kali mengingatkan dengan kalimat "sayang, Hasna adalah rezeki yang kita tunggu-tunggu kan? Kamu seneng kan punya Hasna? Kita harus lebih sabar ya" Dan seketika, emosi ini meluruh lagi. Ingin menangis karena lelah, tapi tidak mau juga rezeki ini Allah tarik kembali. Aku tetap ingin ada Hasna di hidupku, di kehidupanku dan suamiku. Hasna adalah anak yang cantik sekali, seperti namanya, Hasna. Primadona. Dia juga cerdas ...

Anak Zaman Now.

Ini sedikit sekali pandangan tentang anak-anak saat ini, atau bahasa hits nya adalah "Anak Zaman Now ". Ntah dari siapa bahasa itu berasal tapi saya menganggapnya itu adalah sebuah panggilan yang mengandung arti sindiran secara halus bagi mereka, anak-anak pada tahun ke 18 pada Milenium ke 3 atau pada abad 21 ini. Anak zaman now dianggap lelucon bagi banyak orang, khususnya orangtua yang tumbuh dan berkembang pada abad 21 awal-pertengahan. Jujur, ada sedikit rasa salut saya pada anak-anak saat ini, karena keaktifan mereka juga kemampuan mereka dalam penggunaan teknologi memang boleh diacungi jempol. Tapi di luar itu, saya masih belum menemukan nilai positif pada anak-anak saat ini atau zaman now . Akhlak yang kurang, hidup yang hedonis, pengetahuan agama yang minim, tata krama yang minus, motorik yang hanya berbatas gerak tari, kreatifitas menciptakan sesuatu yang dapat disentuh yang sangat minim, serta pandangan tentang contoh yang salah. Anak zaman now lebih banyak ...