Langsung ke konten utama

Mengerti..

Pernah menyakiti? Pasti pernah.
Pernah disakiti? Pun pasti pernah.
Setiap yang bernyawa pasti pernah merasakan sakit.
Seperti seorang yang dicampakan dari lingkungan,
Seperti seekor kucing yang ditendang padahal hanya meminta sisa makanan,
Seperti pohon yang mati akibat sering dicabut daunnya karna keisengan.
Semua itu sakit.

Tapi,
Seekor kucing itu tidak dendam dan membalas.
Ia hanya diam, ketakutan dan pergi. Besok pun datang lagi.
Sebatang pohon yang melahirkan tunas baru sebelum ia mati. Jenisnya tetap tumbuh dan memberi manfaat.

Bukan kah manusia harus lebih baik dari kedua makhluk itu?
Lalu, kenapa harus ada kata "balas dendam" dalam hidup yang singkat ini?
Lalu, kenapa tidak merasa malu kepada hewan dan tanaman?
Lalu, kenapa merasa selalu tinggi hati padahal kita akan kembali ke dalam bumi?

Lalu, kenapa masih hidup hari ini?
Sebab, Allah sediakan waktu untuk menjadi lebih baik dari kemarin.

Tiap orang tentu punya sifat yang berbeda-beda.
Kita sebagai makhluk sosial harusnya tidak menuntut orang lain harus memiliki pemikiran yang sama dengan kita.
Kita pun harus belajar bagaimana menyikapi lingkungan dengan baik.

Buka luas pemikiran dan hati,
Itu salah satu cara menanggalkan dendam dan rasa iri.

Aku pun, sedang belajar mengerti.

SW.

Postingan populer dari blog ini

Anak Zaman Now.

Ini sedikit sekali pandangan tentang anak-anak saat ini, atau bahasa hits nya adalah "Anak Zaman Now ". Ntah dari siapa bahasa itu berasal tapi saya menganggapnya itu adalah sebuah panggilan yang mengandung arti sindiran secara halus bagi mereka, anak-anak pada tahun ke 18 pada Milenium ke 3 atau pada abad 21 ini. Anak zaman now dianggap lelucon bagi banyak orang, khususnya orangtua yang tumbuh dan berkembang pada abad 21 awal-pertengahan. Jujur, ada sedikit rasa salut saya pada anak-anak saat ini, karena keaktifan mereka juga kemampuan mereka dalam penggunaan teknologi memang boleh diacungi jempol. Tapi di luar itu, saya masih belum menemukan nilai positif pada anak-anak saat ini atau zaman now . Akhlak yang kurang, hidup yang hedonis, pengetahuan agama yang minim, tata krama yang minus, motorik yang hanya berbatas gerak tari, kreatifitas menciptakan sesuatu yang dapat disentuh yang sangat minim, serta pandangan tentang contoh yang salah. Anak zaman now lebih banyak ...

Dibedong

Setelah satu jam ngebiarin Hasna untuk ngoceh-ngoceh dan ketawa akhirnya harus dibedong juga biar tidur. Kalau ndak, dia bisa bertahan sampai subuh untuk melek. Ngoceh kelamaan,haus. Nanti nangis minta nen. WKWK Dasar bayik, siang-siang dia uring-uringan ngantuk, tengah malem dia jreng. Mamaknya yang ngantuk berat. Wkwkwk Love you bayik 💕

Hak yang Sering Terabaikan

Anak-anak harus dapatkan haknya. Untuk belajar dengan baik, untuk dapat kata-kata baik, untuk dapat makanan halal dan thayib, untuk dapat pendidikan, untuk dapat hak bermain, bertanya, menangis jika bersedih dan tertawa jika bahagia. Semiskin apa pun kondisi ekonomi mereka. "Kamu itu miskin, harus bantuin ibu cari uang! Jangan main terus!" - "kita ini orang susah, jangan main terus." adalah kata-kata yang amat saya benci untuk saya dengar. Miskin, kaya, adalah takdir yang bisa kita ubah dengan usaha diiringi do'a. Usaha untuk mencari uang, usaha untuk menjadi lebih baik kian hari, usaha untuk lebih dekat dengan pencipta tiap waktu, usaha untuk membantu orang lain, dan usaha-usaha lainnya pengiring usaha utama. Usaha di sini tak hanya bekerja yang berupah nominal rupiah. Miskin bukan alasan anak-anak tidak dapatkan haknya. Sesulit apa pun kondisi, anak tidak pantas dengar kata-kata penghakiman, tidak patut mengeluarkan tenaganya dalam mencari uang yang kat...