Langsung ke konten utama

BICARA BAIK ATAU DIAM

Nyaris 1 minggu full gue harapi hari-hari gue dengan mendengar kata-kata kasar.
Dan yes, I hated it.
Gue selalu benci mendengar kata-kata nggak baik.
Telinga gue sakit. Banget. Hati gue ngejelimet. Ngerasa nggak nyaman.

Dan gue rasa bukan cuma gue yang nggak nyaman.

Kenapa sih orang harus marah-marah dengan kata-kata nggak beretika, Marah-nara dengan cara banting barang disekitarnya. Kenapa?

Gue bersyukur dan sangat bersyukur dididik baik oleh kedua orang tua gue. Sangat bersyukur selama ini selalu di lingkungan yang baik.
Dididik dengan tata krama dan sopan santun yang benar-benar.
Dididik dengan nilai keislaman dan dengan nilai adat budaya Melayu yang kental.

Tapi, bukan berarti gue nggak pernah marah.
Gue pun sering kok marah. Ngerasa kecewa.
Tapi kemarahan gue nggak sudi gue salurkan dengan melontarkan kata-kata nggak baik.
Saat gue marah, gue lebih milih diam, berolahraga, tidur atau nulis kayak saat ini.

Iya, benar. Saat ini gue lagi marah.

Pluto,
04 Februari 2019

Postingan populer dari blog ini

Anak Zaman Now.

Ini sedikit sekali pandangan tentang anak-anak saat ini, atau bahasa hits nya adalah "Anak Zaman Now ". Ntah dari siapa bahasa itu berasal tapi saya menganggapnya itu adalah sebuah panggilan yang mengandung arti sindiran secara halus bagi mereka, anak-anak pada tahun ke 18 pada Milenium ke 3 atau pada abad 21 ini. Anak zaman now dianggap lelucon bagi banyak orang, khususnya orangtua yang tumbuh dan berkembang pada abad 21 awal-pertengahan. Jujur, ada sedikit rasa salut saya pada anak-anak saat ini, karena keaktifan mereka juga kemampuan mereka dalam penggunaan teknologi memang boleh diacungi jempol. Tapi di luar itu, saya masih belum menemukan nilai positif pada anak-anak saat ini atau zaman now . Akhlak yang kurang, hidup yang hedonis, pengetahuan agama yang minim, tata krama yang minus, motorik yang hanya berbatas gerak tari, kreatifitas menciptakan sesuatu yang dapat disentuh yang sangat minim, serta pandangan tentang contoh yang salah. Anak zaman now lebih banyak ...

Dibedong

Setelah satu jam ngebiarin Hasna untuk ngoceh-ngoceh dan ketawa akhirnya harus dibedong juga biar tidur. Kalau ndak, dia bisa bertahan sampai subuh untuk melek. Ngoceh kelamaan,haus. Nanti nangis minta nen. WKWK Dasar bayik, siang-siang dia uring-uringan ngantuk, tengah malem dia jreng. Mamaknya yang ngantuk berat. Wkwkwk Love you bayik 💕

Shalat

"Seberapa banyak kita memahami bacaan dalam bacaan shalat-shalat kita?” Pertanyaan ini rasanya begitu tepat memukul hati. Padahal pertanyaan ini terdengar sederhana, karena bukankah ada ribuan rakaat shalat yang sudah dilakukan? Bagaimana mungkin ada orang yang melakukan aktivitas rutin, tapi tidak tau makna dari apa yang ia lakukan, bukan? Sejak kecil, kita dipahamkan bahwa shalat merupakan ibadah yang di dalamnya berisi doa-doa. Dan di bangku sekolah hingga saat ini pun kita memahami jika shalat adalah momen kita berkomunikasi dengan Allah. Namun yang menjadi pertanyaan, apa yang selama ini kita sedang obrolin ke Allah kalau kita pun tidak mengetahui apa makna yang sedang kita baca? Belum lagi ditambah masalah shalat-shalat yang kita lakukan secara terpaksa, yang kita sering dengan sengaja menunda-nunda, yang kita jalani ala kadarnya saja, yang dilaksanakan sebagai pengugur kewajiban semata. Bisa jadi inilah yang merupakan akar dari sebab kegelisahan hati dan permasalahan h...