Langsung ke konten utama

BICARA BAIK ATAU DIAM

Nyaris 1 minggu full gue harapi hari-hari gue dengan mendengar kata-kata kasar.
Dan yes, I hated it.
Gue selalu benci mendengar kata-kata nggak baik.
Telinga gue sakit. Banget. Hati gue ngejelimet. Ngerasa nggak nyaman.

Dan gue rasa bukan cuma gue yang nggak nyaman.

Kenapa sih orang harus marah-marah dengan kata-kata nggak beretika, Marah-nara dengan cara banting barang disekitarnya. Kenapa?

Gue bersyukur dan sangat bersyukur dididik baik oleh kedua orang tua gue. Sangat bersyukur selama ini selalu di lingkungan yang baik.
Dididik dengan tata krama dan sopan santun yang benar-benar.
Dididik dengan nilai keislaman dan dengan nilai adat budaya Melayu yang kental.

Tapi, bukan berarti gue nggak pernah marah.
Gue pun sering kok marah. Ngerasa kecewa.
Tapi kemarahan gue nggak sudi gue salurkan dengan melontarkan kata-kata nggak baik.
Saat gue marah, gue lebih milih diam, berolahraga, tidur atau nulis kayak saat ini.

Iya, benar. Saat ini gue lagi marah.

Pluto,
04 Februari 2019

Postingan populer dari blog ini

Dibedong

Setelah satu jam ngebiarin Hasna untuk ngoceh-ngoceh dan ketawa akhirnya harus dibedong juga biar tidur. Kalau ndak, dia bisa bertahan sampai subuh untuk melek. Ngoceh kelamaan,haus. Nanti nangis minta nen. WKWK Dasar bayik, siang-siang dia uring-uringan ngantuk, tengah malem dia jreng. Mamaknya yang ngantuk berat. Wkwkwk Love you bayik 💕

Tempat ternyaman

Tempat ternyaman anak adalah di pangkuan dan pelukan ibu dan ayahnya. Setelah 2 bulan lebih jadi ibu, aku banyak sekali belajar. Dan, perasaanku lebih sensitif kalau melihat atau mendengar berita masalah anak. Hasna mengajarkanku banyak-banyak sabar. Melatihku untuk mengelola stres dan rasa panik. Membiasakanku akan bau kotoran orang lain, juga muntah orang lain. Kata suamiku, begini ternyata rasanya cinta fitri. Cinta yang tumbuh karena fitrah. Cinta sebenar-benarnya cinta. Saat sedang stres karena kurang tidur dan Hasna sedang rewel, suamiku sering kali mengingatkan dengan kalimat "sayang, Hasna adalah rezeki yang kita tunggu-tunggu kan? Kamu seneng kan punya Hasna? Kita harus lebih sabar ya" Dan seketika, emosi ini meluruh lagi. Ingin menangis karena lelah, tapi tidak mau juga rezeki ini Allah tarik kembali. Aku tetap ingin ada Hasna di hidupku, di kehidupanku dan suamiku. Hasna adalah anak yang cantik sekali, seperti namanya, Hasna. Primadona. Dia juga cerdas ...

Anak Zaman Now.

Ini sedikit sekali pandangan tentang anak-anak saat ini, atau bahasa hits nya adalah "Anak Zaman Now ". Ntah dari siapa bahasa itu berasal tapi saya menganggapnya itu adalah sebuah panggilan yang mengandung arti sindiran secara halus bagi mereka, anak-anak pada tahun ke 18 pada Milenium ke 3 atau pada abad 21 ini. Anak zaman now dianggap lelucon bagi banyak orang, khususnya orangtua yang tumbuh dan berkembang pada abad 21 awal-pertengahan. Jujur, ada sedikit rasa salut saya pada anak-anak saat ini, karena keaktifan mereka juga kemampuan mereka dalam penggunaan teknologi memang boleh diacungi jempol. Tapi di luar itu, saya masih belum menemukan nilai positif pada anak-anak saat ini atau zaman now . Akhlak yang kurang, hidup yang hedonis, pengetahuan agama yang minim, tata krama yang minus, motorik yang hanya berbatas gerak tari, kreatifitas menciptakan sesuatu yang dapat disentuh yang sangat minim, serta pandangan tentang contoh yang salah. Anak zaman now lebih banyak ...