Langsung ke konten utama

Berdoalah untuk dekat dengan Allah, Sebelum berdoa yang Lain

🍂🍂🍂
Berdoalah untuk dekat dengan Allah sebelum kamu berdoal untuk hal lain.

Kita, sering kali lupa. Bahwa kita semua butuh hidayah, untuk lebih dekat dengan Allah, untuk bisa cinta dengan Allah, untuk bisa dicintai Allah.
Mana mungkin kita meminta sesuatu kepadaNya, namun kita tak dekat?
Ah, jangan main-main! Ngelunjak itu namanya. 😅
Bukankah ketika kita ingin meminta bantuan kepada teman, pastilah kita dekat dengan teman tersebut? Malah, tak jarang kita merayu, agar mereka (teman) mau membantu.

Kita lupa, kita terlalu gencar meminta banyak hal.
Mulai dari perkara rezeki hingga jodoh.
Allah itu Tuhan kan? Bukan pesuruh yang bisa kita mintai apa saja. 😊
Kita lupa, hakekat Allah bukan hanya sebagai tempat untuk meminta segala hal, namun juga tempat kita mengabdikan diri. Kepada Allah-lah kita kembali.
Ada yang mengaku Islam, namun tak bergetar hatinya ketika nama Allah dikumandangkan.
Ada yang mengaku Islam namun tak marah ketika Allah dihina dan diperolok.
Ada yang mengaku Islam namun tak membara semangat jihad ketika takbir digemakan.
Ya, jihad.
Apa yang kita ketahui tentang jihad? Berperang? Melakukan bom bunuh diri? Memusuhi teman yang tidak seagama? Ah, terlalu murah penilaianmu jika memang begitu.
Jihad sejatinya adalah berjuang dengan sungguh2 dalam menegakkan Din Allah sesuai dengan garis perjuangan para Rasul dan Al-Qur'an. Jihad yang dilaksanakan Rasul adalah berdakwah agar manusia meninggalkan kemusyirikan dan kembali kepada aturan Allah, menyucikan qalbu, memberikan pengajaran kepada ummat dan mendidik manusia agar sesuai dengan tujuan penciptaan manusia yaitu menjadi khalifah Allah di bumi dengan damai dan saling mengasihi.
Lalu, adakah perintah Allah untuk bertindak anarkis dan bunuh diri pada Al-qur'an? Jawabannya adalah TIDAK.
Banyak sekali saudara kita yang tak memahami ini.
Karena apa? Karena tidak dekat dengan Allah. Mungkin termasuk aku yg sedang belajar ini.

Maka, berdoa lah, meminta lah, kepada Allah supaya kita didekatkan dengan-Nya.
Agar terbuka akal dan hati kita untuk menerima segala seruan-Nya.
Karena tanpa iman, segala perbuatan pasti tak akan sertakan Allah. 😊
sama-sama belajar ya shalih shalihah... 💛

Postingan populer dari blog ini

Dibedong

Setelah satu jam ngebiarin Hasna untuk ngoceh-ngoceh dan ketawa akhirnya harus dibedong juga biar tidur. Kalau ndak, dia bisa bertahan sampai subuh untuk melek. Ngoceh kelamaan,haus. Nanti nangis minta nen. WKWK Dasar bayik, siang-siang dia uring-uringan ngantuk, tengah malem dia jreng. Mamaknya yang ngantuk berat. Wkwkwk Love you bayik 💕

Tempat ternyaman

Tempat ternyaman anak adalah di pangkuan dan pelukan ibu dan ayahnya. Setelah 2 bulan lebih jadi ibu, aku banyak sekali belajar. Dan, perasaanku lebih sensitif kalau melihat atau mendengar berita masalah anak. Hasna mengajarkanku banyak-banyak sabar. Melatihku untuk mengelola stres dan rasa panik. Membiasakanku akan bau kotoran orang lain, juga muntah orang lain. Kata suamiku, begini ternyata rasanya cinta fitri. Cinta yang tumbuh karena fitrah. Cinta sebenar-benarnya cinta. Saat sedang stres karena kurang tidur dan Hasna sedang rewel, suamiku sering kali mengingatkan dengan kalimat "sayang, Hasna adalah rezeki yang kita tunggu-tunggu kan? Kamu seneng kan punya Hasna? Kita harus lebih sabar ya" Dan seketika, emosi ini meluruh lagi. Ingin menangis karena lelah, tapi tidak mau juga rezeki ini Allah tarik kembali. Aku tetap ingin ada Hasna di hidupku, di kehidupanku dan suamiku. Hasna adalah anak yang cantik sekali, seperti namanya, Hasna. Primadona. Dia juga cerdas ...

Anak Zaman Now.

Ini sedikit sekali pandangan tentang anak-anak saat ini, atau bahasa hits nya adalah "Anak Zaman Now ". Ntah dari siapa bahasa itu berasal tapi saya menganggapnya itu adalah sebuah panggilan yang mengandung arti sindiran secara halus bagi mereka, anak-anak pada tahun ke 18 pada Milenium ke 3 atau pada abad 21 ini. Anak zaman now dianggap lelucon bagi banyak orang, khususnya orangtua yang tumbuh dan berkembang pada abad 21 awal-pertengahan. Jujur, ada sedikit rasa salut saya pada anak-anak saat ini, karena keaktifan mereka juga kemampuan mereka dalam penggunaan teknologi memang boleh diacungi jempol. Tapi di luar itu, saya masih belum menemukan nilai positif pada anak-anak saat ini atau zaman now . Akhlak yang kurang, hidup yang hedonis, pengetahuan agama yang minim, tata krama yang minus, motorik yang hanya berbatas gerak tari, kreatifitas menciptakan sesuatu yang dapat disentuh yang sangat minim, serta pandangan tentang contoh yang salah. Anak zaman now lebih banyak ...