Langsung ke konten utama

Sikap menyia-nyiakan paling besar

Ada sepuluh perkara yang hilang sia-sia dan tidak diambil manfaatnya :

Pertama, ilmu yang tidak diamalkan,

kedua, amal yang tidak disertai keikhlasan dan tidak mencontoh Nabi ﷺ,

ketiga, harta yang tidak diinfakkan, orang yang mengumpulkannya tidak menikmatinya di dunia dan tidak pula menjadikannya bekal menuju akhirat,

keempat, hati yang kosong dari cinta kepada Allah, kerinduan kepadaNya, dan kebahagian denganNya,

kelima, jasmani yang tidak dipakai untuk menaati Allah dan berkhidmat kepadaNya,

keenam, cinta yang tidak terikat dengan ridha Allah yang dicintainya dan pelaksanaan terhadap perintah-perintah Nya,

ketujuh, waktu kosong tidak dipakai untuk memperbaiki kelalaian atau melakukan kebaikan dan mendekatkan diri kpd Allah,

kedelapan, pikiran yang mengembara pada apa yang tidak berguna,

kesembilan, persahabatan kepada seseorang yang tidak mendekatkan anda kepada Allah dan tidak berguna bagi dunia dalam dunia anda,

kesepuluh, ketakutan dan harapan anda kepada makhluk yang ubun-ubunnya ada di tangan Allah dan dia adalah tawanan dalam genggaman Allah, tidak memiliki manfaat dan mudharat, tidak memiliki kehidupan dan kematian, serta tidak memiliki kebangkitan untuk dirinya sendiri.

Penyia-nyiaan terbesar ada dua, dan keduanya merupakan dasar dari segala bentuk penyia-nyiaan, yaitu Penyia-nyiaan hati dan Penyia-nyiaan waktu.

Yang pertama, berasal dari mementingkan dunia atas akhirat, sedangkan yang kedua, berasal dari angan-angan yang panjang.

Maka seluruh kerusakan terkumpul pada mengikuti hawa nafsu dan angan-angan yang panjang.

Sebaliknya, seluruh kebaikan terkumpul pada mengikuti hidayah dan kesiapan untuk bertemu dengan Allah.

Semoga Allah memberi pertolongan.

Mukhtashar Al-Fawa'id, Ibnul Qayyim.

Postingan populer dari blog ini

Dibedong

Setelah satu jam ngebiarin Hasna untuk ngoceh-ngoceh dan ketawa akhirnya harus dibedong juga biar tidur. Kalau ndak, dia bisa bertahan sampai subuh untuk melek. Ngoceh kelamaan,haus. Nanti nangis minta nen. WKWK Dasar bayik, siang-siang dia uring-uringan ngantuk, tengah malem dia jreng. Mamaknya yang ngantuk berat. Wkwkwk Love you bayik 💕

Tempat ternyaman

Tempat ternyaman anak adalah di pangkuan dan pelukan ibu dan ayahnya. Setelah 2 bulan lebih jadi ibu, aku banyak sekali belajar. Dan, perasaanku lebih sensitif kalau melihat atau mendengar berita masalah anak. Hasna mengajarkanku banyak-banyak sabar. Melatihku untuk mengelola stres dan rasa panik. Membiasakanku akan bau kotoran orang lain, juga muntah orang lain. Kata suamiku, begini ternyata rasanya cinta fitri. Cinta yang tumbuh karena fitrah. Cinta sebenar-benarnya cinta. Saat sedang stres karena kurang tidur dan Hasna sedang rewel, suamiku sering kali mengingatkan dengan kalimat "sayang, Hasna adalah rezeki yang kita tunggu-tunggu kan? Kamu seneng kan punya Hasna? Kita harus lebih sabar ya" Dan seketika, emosi ini meluruh lagi. Ingin menangis karena lelah, tapi tidak mau juga rezeki ini Allah tarik kembali. Aku tetap ingin ada Hasna di hidupku, di kehidupanku dan suamiku. Hasna adalah anak yang cantik sekali, seperti namanya, Hasna. Primadona. Dia juga cerdas ...

Anak Zaman Now.

Ini sedikit sekali pandangan tentang anak-anak saat ini, atau bahasa hits nya adalah "Anak Zaman Now ". Ntah dari siapa bahasa itu berasal tapi saya menganggapnya itu adalah sebuah panggilan yang mengandung arti sindiran secara halus bagi mereka, anak-anak pada tahun ke 18 pada Milenium ke 3 atau pada abad 21 ini. Anak zaman now dianggap lelucon bagi banyak orang, khususnya orangtua yang tumbuh dan berkembang pada abad 21 awal-pertengahan. Jujur, ada sedikit rasa salut saya pada anak-anak saat ini, karena keaktifan mereka juga kemampuan mereka dalam penggunaan teknologi memang boleh diacungi jempol. Tapi di luar itu, saya masih belum menemukan nilai positif pada anak-anak saat ini atau zaman now . Akhlak yang kurang, hidup yang hedonis, pengetahuan agama yang minim, tata krama yang minus, motorik yang hanya berbatas gerak tari, kreatifitas menciptakan sesuatu yang dapat disentuh yang sangat minim, serta pandangan tentang contoh yang salah. Anak zaman now lebih banyak ...