Terdengar hebat namun tak benar-benar hebat.
Terdengar kuat namun tak benar-benar kuat.
Dua kaki menopang mimpi.
Dua mata menopang asa.
Katanya, kita makhluk paling sempurna.
Dada dibusungkan maju-maju.
Dagu diangkat tinggi-tinggi.
Katanya, kita makhluk punya hati.
Pintar karena belajar.
Kaya karena bekerja.
Memang benar adanya,
Tapi apalah kita tanpa bantuan Sang Maha?
Lalu pertanyaannya, siapa yang hebat sebenarnya? Dirimu atau Tuhan pemegang Jagat Raya?
Jika kepalamu terbentur, ingatanmu luntur..
Jika kakimu tinggal satu, langkahmu terpaku..
Jika matamu menjadi gelap menatap, mimpimu bahkan tak sampai atap..
Bisa apa?
Mau protes dan marah kepada siapa?
Betapa banyak manusia yang hanya bisa berbaring, rindu rasanya bersujud lama-lama namun tak bisa.
Betapa banyak manusia tak punya kaki, ingin berlari mengejar mimpi namun tak bisa sesempurna yang memiliki kaki.
Betapa banyak manusia yang seumur hidupnya hidup di dalam kegelapan. Ingin melihat seperti apa indahnya laut, gunung bahkan warna dari matahari namun tak bisa dan hanya bisa mendengar ceritanya.
Dan,
Betapa banyak manusia yang bertubuh dan berakal sempurna namun menjadi lumpuh sebab malasnya?
Hari ini kita hidup dalam iba Tuhan.
Masih diberi usia,
Masih diberi kekuatan,
Masih diberi kesempatan.
Lalu kenapa memilih menyia-nyiakan?
Bukankah dunia hanya perjalanan menuju pulang? "Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu."
– Q.S adz-Dzariyat: 56
Apa pun yang melekat di dalam diri kita, kepintaran, kecantikan, ketampanan, kesehatan, keluarga, usia, hanya milik Allah ta'ala dan semua akan kembali kepada-Nya..
Srifa,
Tangerang,
18 Juli 2018.