Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2019

Kegabutan.

Hari ini rasanya saya gabut banget. Pagi-pagi di kantor bingung mau ngapain. Karna kerjaan udah banyak saya selesaikan kemarin dan mas PPIC saya pun hari ini gak masuk. Artinya, saya gak dapat list barang minim yang saya harus follow up hari ini. Tapi tetep sih follow up pakai data kemarin, rekap kedatangan barang untuk besok dan minggu depan. Jam 11 pagi udah laper. saking gabutnya bingung mau ngapain. Eh, pas jam 12 malah lupa kalau laper, karna udah ada kerjaan. Wk. Diajak temen-temen makan dulu, yaudah makan deh. Secara saya juga lagi ngatur pola makan saya yang harus dibiasakan teratur. Biar lebih sehat gitu di tahun 2019 ini. Huehe~ Selalu aja ada bahan candaan saat makan bareng temen-temen saya yang receh. Apalagi mbak Fina. Ah, dia adalah komika favorit saya di kantor. Selalu aja ada cerita lucu dari dia. Hari ini tentang foto jadul dia yang diledekin mirip VA, artis yang lagi heboh dengan 80jtnya itu. Ckck. Bukan orang lain yang bilang dia mirip VA. tapi dia sendiri. Ti...
"Karenamu, aku sadar. Bahwa aku tidak ada apa-apanya." Astaghfirullah. Perbanyak lagi istikharah dan bermusyawarah sebelum melangkah.

Dalam Diam

Sangkamu, selama ini aku baik-baik saja. Melepasmu, membiarkanmu mencari apa yang ingin kau cari. Memperhatikanmu dari kejauhan, tanpa adanya sapaan. Kau salah. Aku nyatanya tak pernah benar-benar baik-baik saja. Ada rindu yang sedang coba aku bunuh. Ada ingin yang sedang aku kubur dalam-dalam. Sakit. Melihatmu dari kejauhan, hanya akan mendapati ngilu hati tak berkesudahan. Kau tau? Perbincangan basa-basi denganmu adalah kenyataan yang selalu aku semogakan. Ya, setidaknya dalam basa-basi itu, kita dapat saling melempar senyum dari kejauhan. Dalam diam, aku tak betul-betul diam. Aku berbuat banyak demi bisa dipertemukan denganmu. Memperbaiki diri, adalah banyak kegiatan yang selalu aku lakukan. Sebab, aku tak ingin datang kepadamu dalam keadaan lemah keimanan dan keilmuan. Diam lisanku, diam jemariku untuk menyapamu.. tak berarti diam pula hatiku yang terus mengaduh kepada Allah untuk memilikimu secara utuh. Dalam kesibukan aktivitas jihadku, tak pernah ku sibuk untuk mence...

Ibu

3x namanya tersebut oleh Rasulullah. Air mata kesedihan dan kemarahannya adalah murka seluruh alam. Ridho Allah bergantung pada ridhonya. Satu-satunya manusia yang berani pertaruhkan nyawanya demi anak yang nyatanya hanyalah titipan semasa di dunia. Siang malam menjaga, tanpa berharap sepeser-pun harta buah hatinya. Adakah manusia tulus selainnya dan Baginda yang pernah ada? Selagi ibu masih ada, Jaga ia baik-baik. Beri makanan baik, beri kata-kata baik, beri doa-doa baik, beri pakaian baik, beri kabar baik, beri senyum dan perhatian terbaik. Sebab, Jika ibu sudah tidak ada, Maka hal baik yang bisa kau berikan adalah menjadi manusia yang baik agar doa-doa baik bisa sampai kepada Ibu yang baik. Selamat hari ibu dariku untuk seluruh ibu di dunia, Terutama mamaku. Kalian adalah bukti kebesaran Allah yang nyata.

Kehilangan

Kita berubah, Merangkak naik perlahan. Meninggalkan tempat ternyaman yang kita huni untuk sebuah pencapaian dalam masa depan. Ada banyak masalah, Salah satu diantaranya adalah kehilangan. Meraung hati diam-diam, Dalam sunyi yang tak berkesudahan aku memilih mengabaikan. Namun nyatanya tak benar-benar bisa diabaikan. Teringat lagi, Menangis lagi. Sampai waktu dimana kehilangan itu hilang. Lara tak lagi pulang, Bahagia kan datang. Duhai dunia, Jangan buat aku terus merasa kemalangan.

Who know's?

Kita tidak pernah tau bagaimana cara Tuhan mempertemukan. Mungkin tak sengaja berpapasan, Atau malah sengaja untuk diperkenalkan. Kita pun tidak pernah tau bagaimana rasa itu tumbuh. Mungkin saat pertama kali bertatap, Atau tumbuh dengan seiring berjalannya waktu. Bahkan, Kita tidak pernah tau, Apakah seseorang yang saat ini bersama atau do'akan benar-benar akan jadi milik kita atau tidak. Tuhan merahasiakan jodoh bukan artinya kita harus mencari banyak cinta. Namun kita perlu terus belajar baik dan lebih baik tiap waktunya. Tuhan mengajarkan kita kesabaran dalam sebuah penantian, Mengajarkan kita bagaimana harus berbuat welas asih ke semua manusia, Mengajarkan kita menjadi pribadi yang mudah memaafkan dan bukan pribadi yang putus asa. Jika memang impianmu tinggi, Bukan kah kamu harus menuju tinggi pula untuk meraihnya? Sama seperti saat kamu inginkan seorang yang baik, Maka kamu pun harus menjadi orang yang baik. Setuju? pagi hari, di kamar kuning yang dingin, P...

Prioritas

Akan ada masa di mana prioritasmu berganti. Dari yang tadinya hanya memikirkan diri sendiri, lalu tetiba berubah memikirkan orang-orang yang kau cintai. Begitu pun bisa jadi sebaliknya. Segala tentangmu tak penting lagi, Yang penting bagimu mereka bahagia. Atau, Segala tentang mereka kau nomor duakan, Dan saatnya dirimu lah kau utamakan. Ada saat di mana akhirat kau kejar, Dunia kau tinggalkan. Ada saat di mana dunia kau kejar, namun akhirat kau tak abaikan. Hanya saja berkurang pendekatannya. Semua ada masanya. Kini, bergantung pada dirimu. Pilah lah yang kau ingin tuju. Pilah lah yang ingin kau utamakan dari hal-hal lain yang sebetulnya juga tak mudah untuk diabaikan. Susun prioritasmu, Lalu pikirkan cara mencapainya. Allah kan temanimu, Selama kau tetap menjagaNya dalam hatimu. Oh, ternyata kita sudah dewasa. Dan orang dewasa tau, bahwa akhirat utamanya.

Mama

Wanita itu dulu muda. Tulangnya kuat, seperti tekadnya untuk mengubah nasib yang ia percayai bisa ia ubah selama ia berusaha. Wanita yg selalu menjagaku dan mengajarkan aku untuk selalu kuat dan bersabar serta berserah diri kepada Allah tiap waktunya. Wanita itu kian waktu kian menua. Tapi tak pernah sedetikpun kasihnya pudar termakan zaman dan memutih seperti uban yang mulai tumbuh satu per satu pada rambut indahnya. "Yun, kita jadi perempuan itu harus mandiri. Gak boleh bergantung sama siapa pun selain sama Allah. Kalau kita benar, kita harus jaga harga diri. Kalau salah, minta maaf dan akui." Dan masih banyak petuah lainnya yg selalu ia beri. Petuah-petuah yg menjadikan aku kuat dan mampu berdiri hingga saat ini. "Ya Allah.. kuatkanlah tubuhku agar aku bisa mencari rezeki dan menyekolahkan anak-anakku sampai titik di mana aku mampu." Adalah doa yg selalu ia ulang-ulang pada sholat wajib dan sunnahnya. Do'a yg keluar dari bibirnya dan diiringi air mata...

Rindu

Saat rindu itu tidak bersuara dan terdengar oleh telingamu, bukan berarti rindu itu tidak ada. Ia hanya mengendap dan mendewasakan dirinya. Rindu yang tidak berekspresi bukan berarti ia telah mati. Hanya saja ia paham betul, Cara meminta seorang hamba adalah dengan merayu Tuhannya. Biar rindu itu kau terima dalam bait-bait doa mulia. Semoga, kelak.. doa-doa itu kan menghantarkanmu pada kebahagiaan yang tak ada habisnya. Selebihnya, biar Tuhan yang pastikan kita akan bagaimana nantinya.

Kembali Kepada Allah

Terdengar hebat namun tak benar-benar hebat. Terdengar kuat namun tak benar-benar kuat. Dua kaki menopang mimpi. Dua mata menopang asa. Katanya, kita makhluk paling sempurna. Dada dibusungkan maju-maju. Dagu diangkat tinggi-tinggi. Katanya, kita makhluk punya hati. Pintar karena belajar. Kaya karena bekerja. Memang benar adanya, Tapi apalah kita tanpa bantuan Sang Maha? Lalu pertanyaannya, siapa yang hebat sebenarnya? Dirimu atau Tuhan pemegang Jagat Raya? Jika kepalamu terbentur, ingatanmu luntur.. Jika kakimu tinggal satu, langkahmu terpaku.. Jika matamu menjadi gelap menatap, mimpimu bahkan tak sampai atap.. Bisa apa? Mau protes dan marah kepada siapa? Betapa banyak manusia yang hanya bisa berbaring, rindu rasanya bersujud lama-lama namun tak bisa. Betapa banyak manusia tak punya kaki, ingin berlari mengejar mimpi namun tak bisa sesempurna yang memiliki kaki. Betapa banyak manusia yang seumur hidupnya hidup di dalam kegelapan. Ingin melihat seperti apa indahnya l...

Mengerti..

Pernah menyakiti? Pasti pernah. Pernah disakiti? Pun pasti pernah. Setiap yang bernyawa pasti pernah merasakan sakit. Seperti seorang yang dicampakan dari lingkungan, Seperti seekor kucing yang ditendang padahal hanya meminta sisa makanan, Seperti pohon yang mati akibat sering dicabut daunnya karna keisengan. Semua itu sakit. Tapi, Seekor kucing itu tidak dendam dan membalas. Ia hanya diam, ketakutan dan pergi. Besok pun datang lagi. Sebatang pohon yang melahirkan tunas baru sebelum ia mati. Jenisnya tetap tumbuh dan memberi manfaat. Bukan kah manusia harus lebih baik dari kedua makhluk itu? Lalu, kenapa harus ada kata "balas dendam" dalam hidup yang singkat ini? Lalu, kenapa tidak merasa malu kepada hewan dan tanaman? Lalu, kenapa merasa selalu tinggi hati padahal kita akan kembali ke dalam bumi? Lalu, kenapa masih hidup hari ini? Sebab, Allah sediakan waktu untuk menjadi lebih baik dari kemarin. Tiap orang tentu punya sifat yang berbeda-beda. Kita sebagai ...
Tidak semua hal bisa kita paksakan. Ada hal yang harus kita lepaskan sebab tak mampu lama-lama kita genggam. Bukan bosan lalu membuang, Namun.. ketidakmampuan akan membuatnya tidak baik-baik saja. Percaya, Bahwa Allah akan kirimkan pengganti dari segala sesuatu yang kita lepaskan dan ikhlaskan.

Hidup Untuk Saling Mengasihi

Hidup untuk saling mengasihi. Sebagaimana Allah telah firmankan: “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan oleh Allah kepadamu kebahagiaan akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari kenikmatan dunia, dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai terhadap orang-orang yang berbuat kerusakan.” pada QS. Al-Qasas: 77. Sayangi lah semua makhluk di muka bumi ini, tidak berbatas Ras, Suku, maupun Agama. Berkata-katalah yang baik. Berbuatlah baik. Hargai pendapat orang lain sebagaimana pendapatmu ingin dihargai. Sebab, tidak ada yang bisa mengetahui dari mana rahmat dan keridhaan Allah soal ibadahmu turun. Seperti kisah pengampunan Allah terhadap seorang pelacur yang memberi minum anjing yang kehausan. Tidak merasa diri lebih baik dari pada orang lain, adalah kebaikan. Insya Allah.. 🍀

Prasangka

Pernah ngerasain ndak? Ada di situasi itu ituuu aja. Menurut kacamata manusia susah susaaah aja. Kalau aku pernah. Tapi ternyata sebenarnya di balik situasi-situasi yang begitu begitu aja ada rencana Allah yang indah. Ada yang berubah. Apa itu? Tingkat kesabaran, tingkat syukur, tingkat kekuatan yang bertambah kian waktunya. Sadar ndak sih? Kalau kita akan terbiasa dan lebih legowo menghadapi masalah-masalah yang itu-itu aja. Beda dari dulu saat pertama kita dapat masalah itu. Allah tambah kekuatan kita. Allah jadikan kita hamba lebih sabar, lebih kuat dan saat masalah itu terurai satu per satu, ada syukur yang kita panjatkan dalam-dalam. Bukan kita yang hebat begitu saja, tapi ada Allah yang menghebatkan. Mungkin caranya aja yang abstrak, tapi hasilnya nyata terasa dan bermanfaat bagi kehidupan kita. Masyaa Allah. 🍂

Kepada Allah semua kembali

Lagi-lagi, kepada Allah semua kembali. Lagi-lagi, kepada Allah semua masalah dipasrahkan hasil penyelesaiannya. Lagi-lagi kepada Allah semua resah, gundah, tanya, diserahkan. Allah Sang Pemilik hati, detak jantung, desah nafas, derap langkah, binar mata dan seluruh yang terlihat dan tersembunyi dari semesta. Menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah bukan berarti tak berjuang apa-apa untuk hasil akhirnya. Justru karna diserahkan, ku titipkan pula padaNya. Berharap suatu saat nanti, aku bisa gapainya. Dengan kesiapan lebih baik sebagai manusia. Allah adalah tempat penitipan terbaik. Ketika sudah Allah yang jaga, tak ada yang dapat menyentuhnya. Seperti mimpi-mimpi yang naik ke Langit dari bisik-bisik kepada Bumi, Allah jaganya. Ntah untuk kita apabila terwujud, Atau untuk orang lain atau diganti dengan mimpi yang lebih baik apabila tidak terwujud. Aku selalu percaya, Allah selalu punya rencana untuk tiap makhluknya. Hidup itu untuk menuju pulang kan? Pulang ke haribaan pe...

Asal Allah Ridho

Jika semua berlandaskan "Asal Allah ridho" maka, seberat dan sesulit apa pun itu hati akan cepat menerimanya. Sebab hati pun makhluk Allah. Semua yang mengacu pada Allah tidaklah memberatkan. Hanya saja, sebagai manusia yang lemah dan masih di penuhi sebagian besar hawa nafsu, kita sering berlarut-larut dalam "rasa kemalangan". Menggantungkan segala asa pada Sang Maha tidak rugi apa-apa.

Hak yang Sering Terabaikan

Anak-anak harus dapatkan haknya. Untuk belajar dengan baik, untuk dapat kata-kata baik, untuk dapat makanan halal dan thayib, untuk dapat pendidikan, untuk dapat hak bermain, bertanya, menangis jika bersedih dan tertawa jika bahagia. Semiskin apa pun kondisi ekonomi mereka. "Kamu itu miskin, harus bantuin ibu cari uang! Jangan main terus!" - "kita ini orang susah, jangan main terus." adalah kata-kata yang amat saya benci untuk saya dengar. Miskin, kaya, adalah takdir yang bisa kita ubah dengan usaha diiringi do'a. Usaha untuk mencari uang, usaha untuk menjadi lebih baik kian hari, usaha untuk lebih dekat dengan pencipta tiap waktu, usaha untuk membantu orang lain, dan usaha-usaha lainnya pengiring usaha utama. Usaha di sini tak hanya bekerja yang berupah nominal rupiah. Miskin bukan alasan anak-anak tidak dapatkan haknya. Sesulit apa pun kondisi, anak tidak pantas dengar kata-kata penghakiman, tidak patut mengeluarkan tenaganya dalam mencari uang yang kat...

Bersama Sampai Jannah-Nya

Siapa yang tak ingin miliki cinta sejati? Mengkaji ilmu dunia akhirat bersama, hadapi masalah-masalah dunia bersama, tertawa bersama, menangis bersama, berkeliling dunia untuk membantu manusia lain bersama, saling menyabari dalam duka, saling mengingatkan dalam suka. Adalah beberapa yang aku ingini. Berbekal kecintaan kepada ilahi Rabbi, semua akan baik-baik saja. Itulah yang aku yakini. Sebesar apa pun ujian yang datang, jika Allah adalah dasar pondasinya, semua akan dilalui dengan kepercayaan penuh bahwa ini hanya ujian untuk lebih dicintaiNya. Cukup satu kali aku melihat kehilangan. Kehilangan sebab Allah belum mengakar pada jiwa. Kehilangan yang aku rasa tidak akan benar-benar pernah aku lupakan namun aku harus terima dengan sebaik-baiknya. Dalam memilih baju yang ingin kita beli pun kita akan banyak melakukan pertimbangan, terlebih memilih pasangan hidup. Apalagi tujuannya adalah bersama sampai Syurga. Tentu pertimbangannya tidak mudah. Jangan beri panca indera untuk menila...

Sikap menyia-nyiakan paling besar

Ada sepuluh perkara yang hilang sia-sia dan tidak diambil manfaatnya : Pertama , ilmu yang tidak diamalkan, kedua , amal yang tidak disertai keikhlasan dan tidak mencontoh Nabi ﷺ, ketiga , harta yang tidak diinfakkan, orang yang mengumpulkannya tidak menikmatinya di dunia dan tidak pula menjadikannya bekal menuju akhirat, keempat , hati yang kosong dari cinta kepada Allah, kerinduan kepadaNya, dan kebahagian denganNya, kelima , jasmani yang tidak dipakai untuk menaati Allah dan berkhidmat kepadaNya, keenam , cinta yang tidak terikat dengan ridha Allah yang dicintainya dan pelaksanaan terhadap perintah-perintah Nya, ketujuh , waktu kosong tidak dipakai untuk memperbaiki kelalaian atau melakukan kebaikan dan mendekatkan diri kpd Allah, kedelapan , pikiran yang mengembara pada apa yang tidak berguna, kesembilan , persahabatan kepada seseorang yang tidak mendekatkan anda kepada Allah dan tidak berguna bagi dunia dalam dunia anda, kesepuluh , ketakutan dan harapan anda kepad...

BICARA BAIK ATAU DIAM

Nyaris 1 minggu full gue harapi hari-hari gue dengan mendengar kata-kata kasar. Dan yes, I hated it. Gue selalu benci mendengar kata-kata nggak baik. Telinga gue sakit. Banget. Hati gue ngejelimet. Ngerasa nggak nyaman. Dan gue rasa bukan cuma gue yang nggak nyaman. Kenapa sih orang harus marah-marah dengan kata-kata nggak beretika, Marah-nara dengan cara banting barang disekitarnya. Kenapa? Gue bersyukur dan sangat bersyukur dididik baik oleh kedua orang tua gue. Sangat bersyukur selama ini selalu di lingkungan yang baik. Dididik dengan tata krama dan sopan santun yang benar-benar. Dididik dengan nilai keislaman dan dengan nilai adat budaya Melayu yang kental. Tapi, bukan berarti gue nggak pernah marah. Gue pun sering kok marah. Ngerasa kecewa. Tapi kemarahan gue nggak sudi gue salurkan dengan melontarkan kata-kata nggak baik. Saat gue marah, gue lebih milih diam, berolahraga, tidur atau nulis kayak saat ini. Iya, benar. Saat ini gue lagi marah. Pluto, 04 Februari 2019 ...

Shalat

"Seberapa banyak kita memahami bacaan dalam bacaan shalat-shalat kita?” Pertanyaan ini rasanya begitu tepat memukul hati. Padahal pertanyaan ini terdengar sederhana, karena bukankah ada ribuan rakaat shalat yang sudah dilakukan? Bagaimana mungkin ada orang yang melakukan aktivitas rutin, tapi tidak tau makna dari apa yang ia lakukan, bukan? Sejak kecil, kita dipahamkan bahwa shalat merupakan ibadah yang di dalamnya berisi doa-doa. Dan di bangku sekolah hingga saat ini pun kita memahami jika shalat adalah momen kita berkomunikasi dengan Allah. Namun yang menjadi pertanyaan, apa yang selama ini kita sedang obrolin ke Allah kalau kita pun tidak mengetahui apa makna yang sedang kita baca? Belum lagi ditambah masalah shalat-shalat yang kita lakukan secara terpaksa, yang kita sering dengan sengaja menunda-nunda, yang kita jalani ala kadarnya saja, yang dilaksanakan sebagai pengugur kewajiban semata. Bisa jadi inilah yang merupakan akar dari sebab kegelisahan hati dan permasalahan h...

Berdoalah untuk dekat dengan Allah, Sebelum berdoa yang Lain

🍂🍂🍂 Berdoalah untuk dekat dengan Allah sebelum kamu berdoal untuk hal lain. Kita, sering kali lupa. Bahwa kita semua butuh hidayah, untuk lebih dekat dengan Allah, untuk bisa cinta dengan Allah, untuk bisa dicintai Allah. Mana mungkin kita meminta sesuatu kepadaNya, namun kita tak dekat? Ah, jangan main-main! Ngelunjak itu namanya. 😅 Bukankah ketika kita ingin meminta bantuan kepada teman, pastilah kita dekat dengan teman tersebut? Malah, tak jarang kita merayu, agar mereka (teman) mau membantu. Kita lupa, kita terlalu gencar meminta banyak hal. Mulai dari perkara rezeki hingga jodoh. Allah itu Tuhan kan? Bukan pesuruh yang bisa kita mintai apa saja. 😊 Kita lupa, hakekat Allah bukan hanya sebagai tempat untuk meminta segala hal, namun juga tempat kita mengabdikan diri. Kepada Allah-lah kita kembali. Ada yang mengaku Islam, namun tak bergetar hatinya ketika nama Allah dikumandangkan. Ada yang mengaku Islam namun tak ...

Tangerang Selatan

Kota ini, benar-benar telah membuat aku ternganga. Pagi ini aku dikejutkan dengan sebuah cerita seseorang yang berkaitan sangat erat dengan kota ini. Kota di mana kami juga pernah mengukir cerita, jauh sebelum ceritanya dimulai. Kota ini pun pernah menjadi saksi masa laluku yang riang. Duduk sore di sebuah mini market, ditemani dingin dan sebotol teh. Dengan dia yang berbeda. Dengan dia yang sempat kembali, namun harus terpaksa pergi lagi. Kota dimana enam bulan hidupku kini sudah aku lalui. Menghirup udara paginya, siangnya, juga malamnya. Mengubah kebiasaanku yang tidak suka berselimut menjadi sangat suka berselimut. Kota dimana Allah titipkan aku kepada mereka yang membimbing langkahku menujuNya. Dan, kota dimana dia mencari hidup tiap harinya. Kota ini mempertemukan. Kota ini pun menjadi saksi dari sebuah pertemuan yang terpisahkan.