Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

JAG

Mau cerita aaahh.. hahaha Gak pernah ngebayangin sih akan bergabung dalam JAG. Cuma tau dan suka sama Jco dan Breadtalk dan lumayan sering makan di Roppan kalau hokben penuh (hahaha) eh tiba-tiba sekarang jadi orang di balik layarnya 3 tempat makan itu. Jadi orang yg bisa ditahan pulang malem kalo tuh plastik, sedotan, styrofoam, lakban dan barang packaging lainnya abis di gudang. Stres? Iya. Pasti. Pernah nangis? Pasti pernah. Lebih dari 2x. Haha Sampe kantor jam 8, padahal masuk jam 9. Pulang jam 8 padahal harusnya jam 5 aja itu gak cukup buat kelarin kerjaan yang masya Allah banyaknya. Dikejar-kejar PPIC, gudang, QA, dan produksi. Diwaktu bersamaan harus uber-uberan sama supplier yg PHP. Itu bener-bener stres sih. Kalo... dijalani sendirian. Tapi untungnya, Se-stres apa pun kerjaan, masih ada alasan untuk tertawa. Temen-temen satu penderitaan ini baik-baik. Ada aja ledekan, candaan, celetukan, dan bahan obrolan yg bikin suasana ruangan itu jadi hangat dan berasa banget k...

Roti yang dicabik

Pagi ini dimulai dengan kata "kaget". "Mbak Yuni.. mbak Yuni.. bangun, ini rotinya diacak-acak kucing.." Aku langsung kaget dan nyaut "iya biiik.." Langsung bangun dengan kondisi rambut acak-acakan menuju ruang tengah kosan. Dan, jengjeeeeng itu roti tawar s*ri roti berantakan di atas kulkas. Plastik roti dan plastik *lfa nya rusak disobek-sobek. Wkwk "rezeki dipagi hari nih" ucapku dalam hati. Kesel? Ya keseeel.. Sedih? Yaa lumayan.. Haha padahal itu roti udah aku siapin untuk sarapan pagi ini, juga sebagai ganti roti temen kosan yg kemarin aku makan buat sarapan. Bibik udah marah-marah, ngatain itu kucing dengan segala kata-kata gak baik hehehe Aku? Cuma ngegerutu aja, menyesalkan itu roti kenapa sampai bawah diacak-acaknya. Terus abis ngegerutu, ketawa. Ketawa yang dalam hati menyesali "kucing ini pasti lapar, dia mau makan, sampai segininya cari makanan." Dan aku balik ke kamar, setelah bibik ngebuang semua roti itu ke t...

Rindu Tanpa Undangan

Rindu tanpa undangan. Kurang lebih tiga tahun saya belajar di sana. Sebuah tempat di bawah Jembatan penyambung Tanah Gocap dan UNIS. Kampus tempat saya menuntut ilmu. Mungkin sebagian kalian sudah bosan mendengar aku selalu rindu dengan mereka. Tapi, rindu itu nyatanya memang datang tanpa undangan. Rindu itu datang, tapi tempat itu kini tak bisa lagi didatangi. Hanya beberapa foto sebagai memori. Tiap aku melewati jembatan itu, mataku selalu tertuju ke bawah. Tempat dulu kami bermain kini benar-benar rata dengan tanah tanpa menyisakan apa pun, selain kenangan. Tidak ada lagi pohon ambon kebanggaan, tidak ada lagi Mushola "On the sky" yang ramai akan suara mengaji dan bermain andik-andik, tidak ada lagi saung tua tempat kami berkumpul untuk makan bersama, tidak ada saung putri, saung seni, saung ma'e, tambak lele, kebun herbal, panggung seni, perpustakaan, gudang penyimpan makanan, kelas PAUD, juga ayunan serta perosotannya. Semua benar-benar mengilang. Padahal, ...

Tinggi Tanpa Merendahkan

Tiap orang pasti memiliki kelebihan, juga kekurangan. "Hidup itu harus saling menghargai, sopan, santun dan mengasihi." Petuah seorang mama kepadaku yang selalu aku ingat dan pegang kuat-kuat. Kita pasti akan ada di tempat di mana orang lain leluasa menjatuhkan agar dirinya kokoh sendirian. Leluasa merendahkan agar dirinya tinggi sendirian. "Cari muka" adalah tugas harian. Tapi, apakah kau juga mau seperti itu? Jangan. Hidup lah dengan baik. Tumbuh tinggi dan kokohlah karena memang kau berproses, kau belajar mendaki hingga sampai pada puncak dari tujuanmu selama ini. Dengan segala upaya yang menghasilkan keringat dan air mata tanpa menjatuhkan dan merendahkan orang lain tentunya. Kau tau segala salahnya, Tapi kau tak akan pernah benar-benar tau segala upayanya dalam belajar agar tidak menjadi salah dan disalahkan. Jika kau tidak bisa berbicara dengan baik, diam adalah sikap terbijak yang bisa kau lakukan. Hidup itu baik-baik saja. Hargai setiap pilihan or...
Saat kau menyesal, Ingat kembali apa yang pernah kau minta kepada Tuhan pada pagi, siang, sore dan malam. Saat kau mengeluh, Ingat kembali pernahkah kau meminta untuk dijadikan seorang hamba yang kuat? Mungkin, Segala penyebab sesal dan keluhmu, Adalah cara Tuhan mengabulkan segala pintamu.