Saat rindu itu tidak bersuara dan terdengar oleh telingamu, bukan berarti rindu itu tidak ada.
Ia hanya mengendap dan mendewasakan dirinya.
Rindu yang tidak berekspresi bukan berarti ia telah mati.
Hanya saja ia paham betul,
Cara meminta seorang hamba adalah dengan merayu Tuhannya.
Biar rindu itu kau terima dalam bait-bait doa mulia.
Semoga, kelak.. doa-doa itu kan menghantarkanmu pada kebahagiaan yang tak ada habisnya.
Selebihnya, biar Tuhan yang pastikan kita akan bagaimana nantinya.
Ini sedikit sekali pandangan tentang anak-anak saat ini, atau bahasa hits nya adalah "Anak Zaman Now ". Ntah dari siapa bahasa itu berasal tapi saya menganggapnya itu adalah sebuah panggilan yang mengandung arti sindiran secara halus bagi mereka, anak-anak pada tahun ke 18 pada Milenium ke 3 atau pada abad 21 ini. Anak zaman now dianggap lelucon bagi banyak orang, khususnya orangtua yang tumbuh dan berkembang pada abad 21 awal-pertengahan. Jujur, ada sedikit rasa salut saya pada anak-anak saat ini, karena keaktifan mereka juga kemampuan mereka dalam penggunaan teknologi memang boleh diacungi jempol. Tapi di luar itu, saya masih belum menemukan nilai positif pada anak-anak saat ini atau zaman now . Akhlak yang kurang, hidup yang hedonis, pengetahuan agama yang minim, tata krama yang minus, motorik yang hanya berbatas gerak tari, kreatifitas menciptakan sesuatu yang dapat disentuh yang sangat minim, serta pandangan tentang contoh yang salah. Anak zaman now lebih banyak ...