Lagi-lagi, kepada Allah semua kembali.
Lagi-lagi, kepada Allah semua masalah dipasrahkan hasil penyelesaiannya.
Lagi-lagi kepada Allah semua resah, gundah, tanya, diserahkan.
Allah Sang Pemilik hati, detak jantung, desah nafas, derap langkah, binar mata dan seluruh yang terlihat dan tersembunyi dari semesta.
Menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah bukan berarti tak berjuang apa-apa untuk hasil akhirnya.
Justru karna diserahkan, ku titipkan pula padaNya.
Berharap suatu saat nanti, aku bisa gapainya. Dengan kesiapan lebih baik sebagai manusia.
Allah adalah tempat penitipan terbaik.
Ketika sudah Allah yang jaga, tak ada yang dapat menyentuhnya.
Seperti mimpi-mimpi yang naik ke Langit dari bisik-bisik kepada Bumi, Allah jaganya.
Ntah untuk kita apabila terwujud,
Atau untuk orang lain atau diganti dengan mimpi yang lebih baik apabila tidak terwujud.
Aku selalu percaya, Allah selalu punya rencana untuk tiap makhluknya.
Hidup itu untuk menuju pulang kan?
Pulang ke haribaan pemilik nyawa.
Berpeta Al-Quran dan As-Sunnah yang tidak ada keraguan atasnya. Bagi hamba-Nya yang percaya.
Jadi, kuletakkan dunia pada genggaman.
Yang bisa kulepas kapan saja Allah mau. Ya, Allah mau. Sebab manusia itu muluk-muluk dan banyak mau tapi belum tentu tau apa yang baik baginya.
Ku serahkan hati ini padaNya.
Ku serahkan segala yang ingin kumiliki pada restuNya.