Anak-anak harus dapatkan haknya.
Untuk belajar dengan baik, untuk dapat kata-kata baik, untuk dapat makanan halal dan thayib, untuk dapat pendidikan, untuk dapat hak bermain, bertanya, menangis jika bersedih dan tertawa jika bahagia.
Semiskin apa pun kondisi ekonomi mereka.
"Kamu itu miskin, harus bantuin ibu cari uang! Jangan main terus!" - "kita ini orang susah, jangan main terus." adalah kata-kata yang amat saya benci untuk saya dengar.
Miskin, kaya, adalah takdir yang bisa kita ubah dengan usaha diiringi do'a.
Usaha untuk mencari uang, usaha untuk menjadi lebih baik kian hari, usaha untuk lebih dekat dengan pencipta tiap waktu, usaha untuk membantu orang lain, dan usaha-usaha lainnya pengiring usaha utama.
Usaha di sini tak hanya bekerja yang berupah nominal rupiah.
Miskin bukan alasan anak-anak tidak dapatkan haknya. Sesulit apa pun kondisi, anak tidak pantas dengar kata-kata penghakiman, tidak patut mengeluarkan tenaganya dalam mencari uang yang katanya untuk makan atau membantu uang sekolah.
Mereka berhak tertawa bersama teman-temannya saat ada bahagia yang mereka rasa.
Mereka berhak menangis mengadu kepada ibu bapaknya saat ada takut dan sedih yang mereka rasa.
Jangan penjarakan ekspresi mereka,
Jangan paksa mereka tegar di dalam kondisi yang mereka tidak sanggup pendam.
Jangan hakimi mereka dengan kata-kata menjatuhkan.
Mental itu dibangun sejak dini tapi bisa bertahan hingga mereka mati.
Maka bangunlah mental yang baik.
Anak itu titipan, bawa rezekinya masing-masing.