Tidak banyak hal yang kuingat saat kali pertama aku bertemu denganmu. Bahkan, tegur sapamu aku pun lupa.
Tidak banyak hal pula yang kuingat saat kali pertama kita duduk bersama. Bahkan, baju yang kau kenakan saat ini aku pun lupa.
Tapi, siapa sangka bahwa semua kejadian-kejadian kecil itu kau rekam jelas pada kotak pikirmu.
Kau ingat betul bagaimana hari itu, bahkan cara berjalanku, tatapan mata kebingunganku dan juga serak suaraku.
Caramu hidup sederhana. Kita banyak sekali kesamaan. Ya, walau kau tidak menyukai pedas seperti aku. Tapi itu tidak penting, Yang terpenting adalah tujuan, cara meraihnya bahkan prinsip hidup yang sama. Kau imbangi aku.
Lembut tutur katamu,
Lembut sikapmu,
Kuat pendirianmu,
Besar kecintaanmu membuat aku tak bisa melihat ke arah lain barang sekejap.
Kau hidupi dan sirami aku di dalam dirimu.
Sementara itu, kau pun hidup di dalam diriku.
Tetap menjadi sesederhana yang kukenal.
Tetap menjadi lembut saat semuanya terasa begitu keras dan kasar.
Sebab, kubersamamu jika kau demikian.