Langsung ke konten utama

Buat blog lagi?

Judul postingan pertama saya adalah "buat blog lagi?"

Hehe seperti yang sebagian banyak teman saya tahu, saya cukup aktif berselancar di dunia maya, khususnya dunia tulis menulis. Bukan tulisan pro sih yaa.. sekedar iseng mengisi waktu dan juga menuangkan pemikiran saja.
Blog pertama saya, saya buat sekitar tahun 2011. Sudah cukup lama bukan? Tapi ia sudah tidak ada. Sudah saya hapus karena beberapa alasan. Eh alasannya karena saya ingin lebih fokus ke Tumblr sih lebih tepatnya. Tapi ternyata, Allah punya rencana lain.

Sudah cukup lama saya menulis di Tumblr, menulis tulisan "niat" sampai ke tulisan asal-asalan. Mirisnya, suatu ketika saya dapati bahwa situs Tumblr diblokir sepihak. Tanpa pemberitahuan. Jadinya? Semua tulisan saya raib tak berbekas. Saya lupa menduplikasinya dalam bentuk dokumen offline. Sedih? Iya. Mungkin bukan hanya saya saja yang sedih, tapi bagi banyak penulis amatir seperti saya atau bahkan penulis profesional seperti Boy Chandra tau rasanya. "Nyesek" ya begitu kira-kira.

Tapi apa boleh buat, Allah punya rencana lain dan pasti lebih baik dari yang bisa manusia rencanakan.

Sempat lama tidak menulis, saya merasa rindu. Sepertinya otak ini penuh diksi dan kata yang saling bertabrakan. Sesak. Hehe berlebihan ya?
Maka saya putuskan untuk membuat blog lagi hari ini. Dibantu kawan lama -blogger.

Saya belum tau sih akan menulis apa, kapan dan dipublikasikan atau tidak. Tapi kabar baiknya saya sudah punya wadah lagi. Dan untuk mengantisipasi saya pun akan membuat backup nya, jika saya rasa tulisan itu baik dan bermanfaat.

Baiklah, malam ini kita cukupkan.
Besok masih banyak kerjaan, terutama memasak di pagi hari. Selamat malam :)

Postingan populer dari blog ini

Dibedong

Setelah satu jam ngebiarin Hasna untuk ngoceh-ngoceh dan ketawa akhirnya harus dibedong juga biar tidur. Kalau ndak, dia bisa bertahan sampai subuh untuk melek. Ngoceh kelamaan,haus. Nanti nangis minta nen. WKWK Dasar bayik, siang-siang dia uring-uringan ngantuk, tengah malem dia jreng. Mamaknya yang ngantuk berat. Wkwkwk Love you bayik 💕

Tempat ternyaman

Tempat ternyaman anak adalah di pangkuan dan pelukan ibu dan ayahnya. Setelah 2 bulan lebih jadi ibu, aku banyak sekali belajar. Dan, perasaanku lebih sensitif kalau melihat atau mendengar berita masalah anak. Hasna mengajarkanku banyak-banyak sabar. Melatihku untuk mengelola stres dan rasa panik. Membiasakanku akan bau kotoran orang lain, juga muntah orang lain. Kata suamiku, begini ternyata rasanya cinta fitri. Cinta yang tumbuh karena fitrah. Cinta sebenar-benarnya cinta. Saat sedang stres karena kurang tidur dan Hasna sedang rewel, suamiku sering kali mengingatkan dengan kalimat "sayang, Hasna adalah rezeki yang kita tunggu-tunggu kan? Kamu seneng kan punya Hasna? Kita harus lebih sabar ya" Dan seketika, emosi ini meluruh lagi. Ingin menangis karena lelah, tapi tidak mau juga rezeki ini Allah tarik kembali. Aku tetap ingin ada Hasna di hidupku, di kehidupanku dan suamiku. Hasna adalah anak yang cantik sekali, seperti namanya, Hasna. Primadona. Dia juga cerdas ...

Anak Zaman Now.

Ini sedikit sekali pandangan tentang anak-anak saat ini, atau bahasa hits nya adalah "Anak Zaman Now ". Ntah dari siapa bahasa itu berasal tapi saya menganggapnya itu adalah sebuah panggilan yang mengandung arti sindiran secara halus bagi mereka, anak-anak pada tahun ke 18 pada Milenium ke 3 atau pada abad 21 ini. Anak zaman now dianggap lelucon bagi banyak orang, khususnya orangtua yang tumbuh dan berkembang pada abad 21 awal-pertengahan. Jujur, ada sedikit rasa salut saya pada anak-anak saat ini, karena keaktifan mereka juga kemampuan mereka dalam penggunaan teknologi memang boleh diacungi jempol. Tapi di luar itu, saya masih belum menemukan nilai positif pada anak-anak saat ini atau zaman now . Akhlak yang kurang, hidup yang hedonis, pengetahuan agama yang minim, tata krama yang minus, motorik yang hanya berbatas gerak tari, kreatifitas menciptakan sesuatu yang dapat disentuh yang sangat minim, serta pandangan tentang contoh yang salah. Anak zaman now lebih banyak ...