Langsung ke konten utama

Menjadi baik

Pada angin yang menyapu punggung tanganku,
Pada sunyi malam yang acap kali melahirkan kantukku,
Aku merindu..

Rindu yang terbata-bata aku luapkan pada Tuhan
Rindu yang aku rasa semakin hari semakin dalam
Rindu yang bahkan tak punya nama untuk dituliskan

Lirih kusebut namamu dengan sebutan imam masa depanku
Kuusap pelan-pelan dahimu dengan doaku
Berharap kau rasa, bahwa di belahan bumi lain ada seseorang yang tengah berjuang memintamu pada Sang Maha pemangku
Kubiarkan Allah menjadi tali penghubung antara doa-doa kita, yang siapa tahu sedang bersahutan di atas langit sana..

Tuan, nona lemah ini sedang belajar menjadi kuat untuk bisa membersamaimu..
Tuan, nona pemalas ini sedang belajar bangun lebih pagi untuk suatu saat nanti dapat membangunkanmu sholat fajar..
Tuan, nona yang kurang ilmu ini sedang belajar memasak menu-menu baru untuk membuatkan sarapan, bekal makan siang, makan malam dan camilan-camilan sehat untuk tubuhmu..
Juga, tak lupa nona ini berkawan dengan kawan yang mendekatkan  Allah lebih dekat lagi dari  sebelumnya.

Kulakukan karena Allah yang meminta,
Sebab Allah bilang wanita yang baik untuk laki-laki yang baik..
Aku percaya kau baik, maka aku pun harus menjadi baik bukan?

Tuan, kutunggu kau di depan pintu rumahku untuk bertamu bersama walimu
Akan kusambut kau dengan suka cita dan haru biru.

Postingan populer dari blog ini

Dibedong

Setelah satu jam ngebiarin Hasna untuk ngoceh-ngoceh dan ketawa akhirnya harus dibedong juga biar tidur. Kalau ndak, dia bisa bertahan sampai subuh untuk melek. Ngoceh kelamaan,haus. Nanti nangis minta nen. WKWK Dasar bayik, siang-siang dia uring-uringan ngantuk, tengah malem dia jreng. Mamaknya yang ngantuk berat. Wkwkwk Love you bayik 💕

Tempat ternyaman

Tempat ternyaman anak adalah di pangkuan dan pelukan ibu dan ayahnya. Setelah 2 bulan lebih jadi ibu, aku banyak sekali belajar. Dan, perasaanku lebih sensitif kalau melihat atau mendengar berita masalah anak. Hasna mengajarkanku banyak-banyak sabar. Melatihku untuk mengelola stres dan rasa panik. Membiasakanku akan bau kotoran orang lain, juga muntah orang lain. Kata suamiku, begini ternyata rasanya cinta fitri. Cinta yang tumbuh karena fitrah. Cinta sebenar-benarnya cinta. Saat sedang stres karena kurang tidur dan Hasna sedang rewel, suamiku sering kali mengingatkan dengan kalimat "sayang, Hasna adalah rezeki yang kita tunggu-tunggu kan? Kamu seneng kan punya Hasna? Kita harus lebih sabar ya" Dan seketika, emosi ini meluruh lagi. Ingin menangis karena lelah, tapi tidak mau juga rezeki ini Allah tarik kembali. Aku tetap ingin ada Hasna di hidupku, di kehidupanku dan suamiku. Hasna adalah anak yang cantik sekali, seperti namanya, Hasna. Primadona. Dia juga cerdas ...

Anak Zaman Now.

Ini sedikit sekali pandangan tentang anak-anak saat ini, atau bahasa hits nya adalah "Anak Zaman Now ". Ntah dari siapa bahasa itu berasal tapi saya menganggapnya itu adalah sebuah panggilan yang mengandung arti sindiran secara halus bagi mereka, anak-anak pada tahun ke 18 pada Milenium ke 3 atau pada abad 21 ini. Anak zaman now dianggap lelucon bagi banyak orang, khususnya orangtua yang tumbuh dan berkembang pada abad 21 awal-pertengahan. Jujur, ada sedikit rasa salut saya pada anak-anak saat ini, karena keaktifan mereka juga kemampuan mereka dalam penggunaan teknologi memang boleh diacungi jempol. Tapi di luar itu, saya masih belum menemukan nilai positif pada anak-anak saat ini atau zaman now . Akhlak yang kurang, hidup yang hedonis, pengetahuan agama yang minim, tata krama yang minus, motorik yang hanya berbatas gerak tari, kreatifitas menciptakan sesuatu yang dapat disentuh yang sangat minim, serta pandangan tentang contoh yang salah. Anak zaman now lebih banyak ...