Langsung ke konten utama

Menjadi baik

Pada angin yang menyapu punggung tanganku,
Pada sunyi malam yang acap kali melahirkan kantukku,
Aku merindu..

Rindu yang terbata-bata aku luapkan pada Tuhan
Rindu yang aku rasa semakin hari semakin dalam
Rindu yang bahkan tak punya nama untuk dituliskan

Lirih kusebut namamu dengan sebutan imam masa depanku
Kuusap pelan-pelan dahimu dengan doaku
Berharap kau rasa, bahwa di belahan bumi lain ada seseorang yang tengah berjuang memintamu pada Sang Maha pemangku
Kubiarkan Allah menjadi tali penghubung antara doa-doa kita, yang siapa tahu sedang bersahutan di atas langit sana..

Tuan, nona lemah ini sedang belajar menjadi kuat untuk bisa membersamaimu..
Tuan, nona pemalas ini sedang belajar bangun lebih pagi untuk suatu saat nanti dapat membangunkanmu sholat fajar..
Tuan, nona yang kurang ilmu ini sedang belajar memasak menu-menu baru untuk membuatkan sarapan, bekal makan siang, makan malam dan camilan-camilan sehat untuk tubuhmu..
Juga, tak lupa nona ini berkawan dengan kawan yang mendekatkan  Allah lebih dekat lagi dari  sebelumnya.

Kulakukan karena Allah yang meminta,
Sebab Allah bilang wanita yang baik untuk laki-laki yang baik..
Aku percaya kau baik, maka aku pun harus menjadi baik bukan?

Tuan, kutunggu kau di depan pintu rumahku untuk bertamu bersama walimu
Akan kusambut kau dengan suka cita dan haru biru.

Postingan populer dari blog ini

Anak Zaman Now.

Ini sedikit sekali pandangan tentang anak-anak saat ini, atau bahasa hits nya adalah "Anak Zaman Now ". Ntah dari siapa bahasa itu berasal tapi saya menganggapnya itu adalah sebuah panggilan yang mengandung arti sindiran secara halus bagi mereka, anak-anak pada tahun ke 18 pada Milenium ke 3 atau pada abad 21 ini. Anak zaman now dianggap lelucon bagi banyak orang, khususnya orangtua yang tumbuh dan berkembang pada abad 21 awal-pertengahan. Jujur, ada sedikit rasa salut saya pada anak-anak saat ini, karena keaktifan mereka juga kemampuan mereka dalam penggunaan teknologi memang boleh diacungi jempol. Tapi di luar itu, saya masih belum menemukan nilai positif pada anak-anak saat ini atau zaman now . Akhlak yang kurang, hidup yang hedonis, pengetahuan agama yang minim, tata krama yang minus, motorik yang hanya berbatas gerak tari, kreatifitas menciptakan sesuatu yang dapat disentuh yang sangat minim, serta pandangan tentang contoh yang salah. Anak zaman now lebih banyak ...

Dibedong

Setelah satu jam ngebiarin Hasna untuk ngoceh-ngoceh dan ketawa akhirnya harus dibedong juga biar tidur. Kalau ndak, dia bisa bertahan sampai subuh untuk melek. Ngoceh kelamaan,haus. Nanti nangis minta nen. WKWK Dasar bayik, siang-siang dia uring-uringan ngantuk, tengah malem dia jreng. Mamaknya yang ngantuk berat. Wkwkwk Love you bayik 💕

Hak yang Sering Terabaikan

Anak-anak harus dapatkan haknya. Untuk belajar dengan baik, untuk dapat kata-kata baik, untuk dapat makanan halal dan thayib, untuk dapat pendidikan, untuk dapat hak bermain, bertanya, menangis jika bersedih dan tertawa jika bahagia. Semiskin apa pun kondisi ekonomi mereka. "Kamu itu miskin, harus bantuin ibu cari uang! Jangan main terus!" - "kita ini orang susah, jangan main terus." adalah kata-kata yang amat saya benci untuk saya dengar. Miskin, kaya, adalah takdir yang bisa kita ubah dengan usaha diiringi do'a. Usaha untuk mencari uang, usaha untuk menjadi lebih baik kian hari, usaha untuk lebih dekat dengan pencipta tiap waktu, usaha untuk membantu orang lain, dan usaha-usaha lainnya pengiring usaha utama. Usaha di sini tak hanya bekerja yang berupah nominal rupiah. Miskin bukan alasan anak-anak tidak dapatkan haknya. Sesulit apa pun kondisi, anak tidak pantas dengar kata-kata penghakiman, tidak patut mengeluarkan tenaganya dalam mencari uang yang kat...