Mataku sibuk memerhatikan sekitar. Ya, aku memang selalu begitu kalau sedang di jalan.
Sampai mataku bertemu dengannya. Seorang bapak yang merebahkan tubuhnya di atas pipa besi di pinggir kali Cisadane.
Ia gunakan lengan kanannya untuk menghalang sinar matahari yang sedang terik-teriknya.
Pikirku, apa ia tidak memiliki rumah untuk rehat sejenak?
Ah, tapi ku rasa ia memilikinya, namun segan bila pulang tak bawa apa-apa.
Laki-laki, keringat adalah air matanya.
Harga diri ditopang tinggi-tinggi.
Sehat selalu pak.